Waspada Kekeringan, BPBD Kulonprogo Siapkan 60 Tangki Air dan Armada Tambahan

Triyo Handoko
Triyo Handoko Minggu, 19 Mei 2024 15:17 WIB
Waspada Kekeringan, BPBD Kulonprogo Siapkan 60 Tangki Air dan Armada Tambahan

Ilustrasi penanganan kekeringan Kulonprogo dengan dropping air. /Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO—Memasuki musim kemarau, BPBD Kulonprogo mulai bersiaga menghadapi bencana kekeringan. Sebanyak 60 tangki air sudah dianggarkan untuk memastikan kebutuhan air selama kemarau tahun ini.

Selain mengadakan tangki air, BPBD Kulonprogo juga sudah mengusulkan pengadaan armada baru untuk memudahkan proses droping air selama kemarau nanti. Usulan pengadaan armada baru ini ditujukan ke Pemda DIY melalui Dana Keistimewaan (Danais).

BACA JUGA: Pencegahan Kecelakaan Laut di Pantai Selatan, BPBD DIY: Dilarang Mandi di Laut

Kepala BPBD Kulonprogo Taufik Prihadi pada Minggu (19/5/2024) menyebut sudah ada permohonan droping air ke lembaganya dari warga di Kapanewon Samigaluh dan Kalibawang. Tapi permohonan itu baru lewat lisan, sedangkan proses resmi permohonan masih dibikin khususnya untuk mendapat izin rekomendasi dari kalurahan pemohon.

Taufik menjelaskan pengadaan 60 tangki air dapat ditambah dengan melihat situasi kekeringan nantinya. Sebanyak 60 tangki air itu adalah pengadaan reguler, dimana kerap kali kebutuhannya melebihi itu.

Ia menyebut pengalamannya menghadapi kekeringan selama ini membutuhkan lebih dari 60 tangki air. "Nanti juga sudah disiapkan belanja tak terduga (BTT) untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan air saat kemarau, anggaran BTT ini dipastikan memenuhi kebutuhan yang ada," jelasnya, Minggu siang.

Soal armada juga jadi tantangan BPBD Kulonprogo dalam penanganan kekeringan dimana hanya memiliki satu unit saja. Selama ini BPBD Kulonprogo meminjam armada dinas lain untuk memenuhi kebutuhan droping air. "Kalau 2023 kemarin ada dua armada tambahan dari BPBD DIY, tahun ini kami berharap usulan pengadaan menggunakan Danais dapat diterima karena memang membutuhkan," terangnya.

Peminjaman armada untuk droping air, jelas Taufik, juga akan dilakukan pada 2024 ini. Koordinasi dengan dinas lain untuk meminjam armada ini sudah dilakukan terutama ke Dinas Pekerjaan Umum Kulonprogo dan BPBD DIY.

Sementara itu Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa menjelaskan pihaknya tengah berkoordinasi juga dengan BMKG. Supaya mengetahui gambaran umum cuaca dan iklim pada kemarau 2024 ini agar program penanganan kekeringan dapat efektif.

Selain BMKG, koordinasi juga dilakukan Dinas Lingkungan Kulonprogo dan Dinas Pekerjaan Umum utamanya untuk memetakan kawasan rawan kekeringan. "DLH dan DPU juga punya program penanganan kekeringan, dimana DLH bikin program sumur resapan dan DPU menjalankan program instalasi air, ini kami petakan untuk mendapat daerah yang paling rawan," papar Budi.

Budi juga mendorong masyarakat agar melakukan konservasi sumber mata air. Konservasi ini dimaksudkan agar kekeringan dapat teratasi lebih efektif tanpa dropping air. "Kami juga minta masyarakat menghemat air, pastikan penggunanya sesuai kebutuhan yang efektif," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online