Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
PDI Perjuangan./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Koeswanto memastikan rekomendasi pasangan calon yang diusung di Pilkada 2024 diserahkan sepenuhnya ke Ketua Umum Partai. Meski demikian, di dalam penjaringan sudah memanggil tiga nama yang mendaftar untuk mengetahui keseriusan maju dalam pemilihan.
“Memang baru tiga nama yang mendaftar, tapi mereka bukan nama sembarangan. Pendaftaran masih kami buka hingga 31 Mei,” kata Koeswanto saat ditemui di sela-sela kegiatan Sosialisasi Kepemudaan di Kalurahan Sidoarum, Godean, Ahad (19/5/2024).
Menurut dia, nama-nama yang mendaftar merupakan tokoh teratas di Sleman saat ini dan tidak ada di penjaringan partai lain. Kedua orang yang adalah pasangan petahana yang sekarang menjabat sebagai bupati dan wakil bupati.
“Duet Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa sudah mengembalikan formulir pendaftaran di kami. Sedangkan satu nama adalah mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya,” katanya.
Koeswanto mengatakan, pasca-mengembalikan formulir pendaftaran, sudah memanggil masing-masing kandidat. Tujuan pemanggilan untuk memastikan kesiapan dan keseriusan maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati.
“Intinya untuk menakar bagaimana keseriuasan untuk maju seperti apa karena ini menjadi mekanisme dalam pengusulan,” katanya.
Menurut dia, peluang untuk maju sebagai calon kepala daerah di PDI Perjuangan masih terbuka. Oleh karenanya, setiap kandidat memiliki peluang yang sama.
“Nanti rekomendasi yang mengeluarkan dari DPP. Yang jelas, kesempatan masih terbuka, termasuk kemungkinan duet Kustini-Danang maju lagi juga masih ada peluang,” katanya.
Disinggung mengenai kapan rekomendasi turun, ia memerdiksi akan turun pada Juli mendatang. “Kita selesaikan dulu penjaringan setelah ditutup, nama yang mendaftar diserahkan ke DPP. Pastinya, sebelum rekomendasi turun di Juli, ada serangkaian survei yang dilakukan,” katanya.
Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar mengatakan, proses pejaringan bakal calon yang diusung dilakukan secara tertutup. Ia berdalih, proses ini menjadi bagian strategi pemenangan di pilkada.
“Ini jadi strategi kami. Yang jelas, kami ingin calon yang diusung bisa memenangi pilkada,” kata Indra.
Menurutu dia, hingga sekarang sudah ada beberapa tokoh yang berkomunikasi dengan DPD PKS Sleman. Selain mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya, Indra mengakui, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo juga sudah melakukan pembicaraan mengenai pencalonan.
“Ada juga Lurah Banyurejo, Tempel, Saparjo juga sudah ada komunikasi,” katanya.
Meski demikian, Indra mengakui perbincangan masih sangat cair dikarenakan PKS belum menentukan calon yang akan diusung. “Mekanismenya tetap ada rekomendasi dari DPP. Tapi, sekarang masih dalam proses karena calon nantinya juga dibahas dengan partai mitra koalisi karena PKS tidak bisa mengusung sendirian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Sebanyak 580 atlet dari Jawa Tengah dan DIY mengikuti kejuaraan pencak silat di Temanggung untuk pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
DPRD Kota Jogja mendorong optimalisasi lahan perkotaan, pekarangan, dan aset pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.
Pernikahan di Ngaglik cenderung menurun. Pendidikan dan kesiapan ekonomi menjadi pertimbangan calon pengantin sebelum menikah.
Pasar tenaga kerja AS hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%.