BMKG DIY Imbau Masyarakat Waspada Kebakaran Lahan dan Gagal Panen saat Musim Kemarau

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Selasa, 21 Mei 2024 16:47 WIB
BMKG DIY Imbau Masyarakat Waspada Kebakaran Lahan dan Gagal Panen saat Musim Kemarau

Aris, salah seorang petani di Kalurahan Tambakrejo, Tempel sedang memperlihatkan tanaman padi yang mulai mengering. Harian Jogja/David Kurniawan\r\n\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas memprediksi sebagian besar wilayah DIY akan mengalami musim kemarau pada Mei ini.

Memasuki dasarian 3 bulan Mei, musim kemarau diprediksi akan terjadi di Kabupaten Kulonprogo bagian utara, Sleman bagian utara, hingga Gunungkidul bagian tengah dan selatan. Sementara, Kota Jogja dan Bantul telah memasuki musim kemarau sejak dasarian pertama bulan Mei 2024.

Masuknya musim kemarau ini akan diiringi dengan menurunnya curah hujan. Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas memprediksi pada tiga dasarian ke depan, tepatnya pada dasarian tiga Mei hingga dasarian dua Juni 2024 curah hujan di DIY berkisar antara 0 – 50 mm.

"Dengan kriteria rendah," ujarnya Reni, Selasa (21/5/2024).

Baca Juga

Cuaca Tak Menentu Bikin Harga Bawang Merah Melonjak Drastis

Atasi Kemungkinan Gagal Panen di Musim Kemarau, Ini yang Dilakukan Oleh DKPP Bantul

Terdampak Cuaca Ekstrem, Hasil Panen Padi Kulonprogo Anjlok

Curah hujan kriteria rendah diprediksi masih akan terus terjadi hingga Agustus mendatang. Sementara, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli-Agustus 2024. Reni menyebut, apabila dibandingkan dengan rata-ratanya, awal musim kemarau 2024 seluruh wilayah DIY mundur dibandingkan rata-ratanya antara 1-2 dasarian.

"Dengan durasi musim kemarau 2024 di DIY diprediksi antara 10 – 15 dasarian. Akhir musim kemarau 2024 di DIY diprediksi akan terjadi pada dasarian satu hingga tiga September 2024," imbuhnya.

Terjadinya musim kemarau sekaligus rendahnya curah hujan patut diwaspadai. Reni mengimbau masyarakat untuk mewaspadai beberapa peristiwa yang kerap terjadi saat musim kemarau, misalnya kekeringan meteorologis, kebakaran lahan, hingga berkurangnya ketersediaan air bersih.

"Kondisi iklim saat musim kemarau juga perlu diwaspadai dengan mempersiapkan pola tanam yang sesuai agar tidak mengalami gagal panen," imbaunya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online