Lima Kalurahan di Sleman Pilih Voting untuk Pilur PAW
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Kepala Daerah - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Gunungkidul menyampaikan bahwa ada 12 pendaftar sebagai bakal calon bupati (bacabup) dan wakil bupati melalui Partai Gerindra untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Ketua Tim Penjaringan DPC Gerindra Gubungkidul, Bambang Adi Waluyo mengatakan pendaftaran tersebut telah ditutup sejak Sabtu (18/5/2024).
BACA JUGA: Kasus Pungli Jual Beli Kamar Ditemukan di Lapas Cebongan
Enam pendaftar yaitu Supriyadi, Heri Susanto, Sutrisna Wibawa, Sumanto, Suhardi, Trisno Sunardi mendaftar sebagai bakal calon bupati. Sedangkan, Dadang Iskandar, Bambang Ismuyono, Suryati Mulatsih, Joko Parwoto, Kurniawan Fahmi, dan Sadirin mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati.
Menurut Ketua DPC Partai Gerindra Gunungkidul, Purwono paska pendaftaran itu, DPC kemudian menyerahkan daftar pendaftar ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra.
Pasalnya, DPC hanya berwenang melakukan penjaringan dan pengusulan. Tahapan selanjutnya seperti psikotes dilakukan oleh DPD. DPD nantinya akan menyampaikan hasil seleksi ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Warga Padukuhan Karang menolak tambang pasir Sungai Progo. DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab hadir, sementara Wabup mengaku sudah mediasi.
Wamenkes Dante Saksono menyebut layanan BPJS akan disetarakan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dan prioritas penyakit katastropik.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.