51 Anggota Panwascam Sleman Dilantik, Siap Kawal Pilkada 2024

Media Digital
Media Digital Minggu, 26 Mei 2024 10:27 WIB
51 Anggota Panwascam Sleman Dilantik, Siap Kawal Pilkada 2024

Panwascam Sleman dilantik oleh Bawaalu Sleman, di hotel Grand Mercure, Sabtu (25/5/2024). /Harian Jogja-Lugas Subarkah

SLEMAN—Sebanyak 51 anggota panwascam dilantik oleh Bawaslu Sleman, di Hotel Grand Mercure, Sabtu (25/5/2024). Mereka akan bertugas di 17 kapanewon di Sleman untuk mengawal jalannya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman.

Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, menjelaskan proses seleksi anggota panwascam melalui dua jalur, pertama seleksi eksisting anggota panwascam pemilu 2024, yang menghasilkan 37 angota. "Kalau memenuhi nilai dam standar, kembali diusulkan panwascam," ujarnya.

Kedua, metode seleksi terbuka untuk memenuhi kekurangan panwascam eksisting yang tidak memenuhi syarat, sebanyak 14 anggota. "Dalam seleksi, kami juga kesulitan memilih calon panwascam, khususnya 14 kandidat baru. Dari 75 pendaftar bersaing ketat untuk mendapatkan 14 posisi anggota," katanya.

BACA JUGA : Ini Dia yang Jadi Potensi Kerawanan Pilkada di Jogja

Dalam seleksi panwascam juga dikedepankan keterwakilan perempuan. Saat ini 17 panwascam dari 51 anggota adalah perempuan. "Genap 33 persen perempuan. Dengan ini kiprah srikandi diharapkan bisa memberikan hasil dan kinerja lebih baik kedepan. Semoga pilkada Sleman dapat berlangsung aman, damai, luberjurdil," ungkapnya.

Tantangan mewujudkan pilkada luberjurdil, aman dan damai menurutnya bukan perkara mudah. Namun pengalaman pemilu 2024 jadi gambaran bagaimana mewujudkan pemilu damai. “Meskipun dari hasil kajian Bawaslu kerawanan pemilu tinggi, namun bisa kita antisipasi, bahkan tanpa sengketa di MK,” kata dia.

Ia berharap sinergi bisa dibangun bersama dengan seluruh stakeholder, tidak hanya penyelenggara pemilu, sehingga bisa mewujudkan pilkada luberjurdil dan  melahirkan bupati dan wakil bupati yang benar-benar diharapkan masyarakat Sleman.

Tahapan pilkada tinggal sekitar dua minggu lagi sudah memasuki proses pemutakhiran data pemilih. Ia berpesan agar panwascam turut memastikan agar tidak ada pemilih yang kehilangan hak suaranya atau sebaliknya. “Jangan sampai yang tidak memenuhi syarat masuk DPT,” katanya.

Setelah pelantikan, panwascam harus segera berkoordinasi dengan panewu masing-masing dan menyiapkan teknis seleksi pengawas kelurahan dan desa (PKD). “Selasa besok sudah masuk proses wawancara,” ungkapnya.

Anggota Bawaslu DIY, Sutrisnowati berpesan kalau penyelenggara, peserta dan stakeholder berintegritas yang memiliki budaya hukum baik dan patuh di dalam setiap tahap, akan meminimalisir pelanggaran dan penindakan.

“Panwascam adalah garda terdepan, mari panwascam kita awasi pilkada 2024 ini seperti pada saat pemilu 2024. Praktek baik kemaren harus jadi tolok ukur. Integritas harga mati. Tidak boleh ada satu suara pun bergeser dari amanah rakyat. Kita jaga integritas, semangat, kesehatan, saling bergandengan tangan,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online