Ini Dia yang Jadi Potensi Kerawanan Pilkada di Jogja

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Kamis, 23 Mei 2024 14:17 WIB
Ini Dia yang Jadi Potensi Kerawanan Pilkada di Jogja

Ketua KPU Kota Jogja Noor Harsya Aryo Samudro./Harian Jogja-Alfi Annisa Karin

Harianjogja.com, JOGJA—KPU Kota Jogja mulai mengambil ancang-ancang mitigasi kerawanan selama proses Pilkada Kota Jogja mendatang. 

Ketua KPU Kota Jogja Noor Harsya Aryo Samudro menyebut, pemetaan kerawanan pada pilkada dimungkinkan terjadi karena beberapa sebab. Misalnya, karena persoalan kandidasi atau kandidat dari masing-masing parpol. Lalu, kerawanan juga bisa terjadi lantaran angka partisipasi pada Pilkada tak setinggi Pilpres. "Dimensi pemilih itu kerawanannya. Angka partisipasinya pilkada tidak setinggi pilpres, 77 persen pada 2017," ujar Harsya saat ditemui, Kamis (23/5/2024).

Di sisi lain, tahapan kampanye juga menjadi bibit kerawanan atau rawan gesekan pada Pilkada di Kota Jogja. Gangguan ketentraman dan ketertiban dikhawatirkan terjadi. Untuk itu, Harsya mendorong para peserta Pilkada untuk tak melaksanakan kampanye terbuka.

Kampanye, lanjutnya, dilakukan dengan menonjolkan programatik, dialog, hingga door to door. Harya menambahkan, tahapan pungut hitung hingga rekapitulasi juga turut menjadi potensi kerawanan. "Pada 2017 kami punya pengalaman rekapitulasi yang sedikit bergejolak. Karena pertama, surat suara tidak sahnya tinggi 14.000, selisihnya cuma 1.000. Kemudian yang kerawanan rekapitulasi kecamatan yang terakhir-terakhit itulah potensi gangguan keamanannya tinggi," jelasnya.

BACA JUGA: KPU Jogja Koordinasi dengan Disdukcapil untuk Susun Data Pemilih Pilkada 2024

KPU Kota Jogja hingga kini masih merumuskan target jumlah pemilih pada Pilkada mendatang. Sementara pada Pilkada terakhir jumlah pemilih mencapai 77%. Harsya optimistis angka itu bisa terlampaui. Pihaknya akan fokus pada kaum marjinal dan minoritas. Sebab, menurutnya keduanya kurang tersentuh informasi terkait Pilkada. "Kami harus punya mitigasi dan kolaborasi dengan seluruh stake holder untuk mengurangi angka kerawanan yang tinggi itu menjadi kita turunkan pelan-pelan," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online