Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Gunung Merapi. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Taman Nasional Gunung Merapi membuat kebijakan pembatasan jam kunjungan ke Kawasan petilasan Syeh Jumadil Qubro di Bukit Turgo, Pakem. Pembatasan dilakukan untuk keselamatan karena aktivitas Gunung Merapi dinilai masih tinggi.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Magelang Sleman, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Sutris Haryanta membenarkan adanya pembatasan jam kunjung ke Kawasan Bukit Turgo. Hal ini sekaligus menjawab adanya viral di media sosial berkaitan dengan adanya papan pengumuman tentang pembatasan tersebut.
BACA JUGA : Weekend Market Hyatt Regency Yogyakarta Ramai Pengunjung
“Memang benar adan pembatasan. Untuk kunjungan hanya diperbolehkan mulai pukul 06.00-16.00 WIB tiap harinya,” kata Sigit, Ahad (26/5/2024).
Dia menjelaskan, papan pengumuman tentang pembatasan jam kunjungan sudah melalui koordinasi dengan BPPTKG. Hasilnya, ada peringatan dan imbauan agar tidak ada aktivitas menginap di petilasan Syeh Jumadil Qubro.
Pelarangan dikarenakan situasi dari Gunung Merapi yang saat ini masih sangat aktif sehingga erpusi bisa terjadi kapan saja. Pengunjung pun diminta tetap terjaga sehingga bisa mengamankan diri pada saat situasi tiba-tiba memburuk.
Meski demikian, Sutris menegaskan, imbauan yang dibuat tak serta merta dilarang berkunjung. Pengunjung tetap diperbolehkan datang ke petilasan, namun jam kunjungannya dibatasi. “Selain itu, pada saat datang maupun akan pulang wajib ke pos untuk pengecekan,” katanya.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto tidak mempermasalahkan adanya pembatasan jam berkunjung di Kawasan Bukit Turgo. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan aktivitas Gunung Merapi yang masih tinggi.
“Tentunya ini sangat berkaitan dengan kemanaan dan keselamatan wisata yang berkunjung ke Sleman, khususnya di Lereng Gunung Merapi. Kami mendukung penuh kebijakan ini,” kata Kus Endarto.
Menurut dia, adanya pembatasan tidak akan mengurangi kenyamanan pada saat berkunjung. Ia menyakini dengan waktu yang telah ditentukan, pengunjung tetap bisa menjalankan aktivitas wisata di Kawasan tersebut.
BACA JUGA : Puluhan Guguran Lava Terjadi di Merapi Selama Sepekan
“Saya yakin ini tidak akan mengurangi kebahagiaan pengunjung yang datang karena hanya waktunya saja yang dibatasi. Tapi, untuk beraktivitas di sekitar objek tetap diperbolehkan,” katanya.
Kus Endarto berharap imbauan ini bisa dipatuhi bersama karena bagian untuk keselamatan pada saat berwisata. “Harus dipatuhi karena Gunung Merapi masih aktif sehingga aspek keselamatan benar-benar harus diperhatikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.