Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kantor Kementerian Agama Sleman mengklaim proses keberangkatan calon haji berjalan dengan lancar. Meski demikian, ada empat Jemaah yang tertunda keberangkatannya karena alasan Kesehatan.
Kepala Kemenag Sleman, Sidik Pramono mengatakan, tahun ini ada 1.253 jemaah asal Sleman yang menunaikan Ibadah Haji. Jumlah ini terbagi dalam enam kloter dan empat kloter di antaranya sudah diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Jemaah yang sudah berangkat masuk kloter 48, 50, 53 dan 54. Sedangkan Jemaah di kloter 81 berangkat di 2 Juni dan kloter 100 berangkat pada 9 Juni mendatang,” kata Sidik kepada wartawan, Senin (27/5/2024).
BACA JUGA: Gelombang Kedua Keberangkatan Jemaah Haji, Kemenag Berharap Tak Ada Lagi Kasus Delay
Menurut dia, proses pemberangkatan secara umum berjalan dengan lancar. hal ini juga tak lepas adanya berbagai persiapan yang dilakukan pada saat belum pemberangkatan.
Meski demikian, Sidik tidak menampik ada empat Jemaah yang belum bisa diberangkatkan. Jemaah ini merupakan pasangan suami istri dari kloter 48 dan 53.
Empat Jemaah ini belum bisa berangkat karena alasan Kesehatan. Hanya saja, Sidik tidak menyebut secara rinci penyakit yang diderita dan saat sekarang masih dirawat di rumah sakit.
“Yang sakit Jemaah laki-laki. Sedangkan istrinya menemani selama saat perawatan di rumah sakit untuk beristirahat,” katanya.
Menurut dia, empat Jemaah ini masih bisa berangkat ke Tanah Suci. Pasalnya, saat Kesehatan sudah pulih akan diberangkatkan bersama dengan kloter berikutnya.
“Memang terkendala masalah Kesehatan. Setelah kondisinya memungkinkan, maka akan diberangkatkan melalui kloter selanjutnya,” kata Sidik.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, perjalanan ke Tanah Suci merupakan awal dari rangkaian perjalanan ibadah haji dengan niat mengharap ridho Allah SWT semata. Ia juga meminta kepada Jemaah menjaga Kesehatan karena kondisi di Tanah Suci berbeda jauh dengan di kampung halaman.
“Niatkan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Yang tak kalah penting, Kesehatan harus terus dijaga,” kata Kustini.
Ia juga berharap selama penyelenggaraan ibadah, Jemaah asal Sleman diberikan kemudahan dan kelancaran sehingga dapat pulang ke tanah air dengan selamat. “Semoga menjadi Haji yang mabrur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Prabowo mengungkap ada pihak yang menolak B50 karena dinilai ingin Indonesia tetap impor BBM. B50 disebut hemat devisa hingga Rp170 triliun.
Kelurahan Demangan menggelar sarasehan parenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah kenakalan remaja serta penyalahgunaan narkoba.
Komisi III DPR mendesak aparat memburu seluruh aset dan aliran dana Eks Jampidsus FA serta mendukung pembentukan panja pengawasan kasus.
Penghentian jaringan 2G dinilai berpotensi dipercepat usai lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, namun migrasi jutaan pengguna masih jadi tantangan.
DPRD Kulonprogo meminta evaluasi SPMB SD-SMP setelah banyak SDN dan SMPN kekurangan murid. Disdikpora menyiapkan regrouping sekolah.