Bupati Gunungkidul Lantik 80 Pejabat, Tegaskan Tak Ada Lagi Titipan
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kantor Kementerian Agama Sleman mengklaim proses keberangkatan calon haji berjalan dengan lancar. Meski demikian, ada empat Jemaah yang tertunda keberangkatannya karena alasan Kesehatan.
Kepala Kemenag Sleman, Sidik Pramono mengatakan, tahun ini ada 1.253 jemaah asal Sleman yang menunaikan Ibadah Haji. Jumlah ini terbagi dalam enam kloter dan empat kloter di antaranya sudah diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Jemaah yang sudah berangkat masuk kloter 48, 50, 53 dan 54. Sedangkan Jemaah di kloter 81 berangkat di 2 Juni dan kloter 100 berangkat pada 9 Juni mendatang,” kata Sidik kepada wartawan, Senin (27/5/2024).
BACA JUGA: Gelombang Kedua Keberangkatan Jemaah Haji, Kemenag Berharap Tak Ada Lagi Kasus Delay
Menurut dia, proses pemberangkatan secara umum berjalan dengan lancar. hal ini juga tak lepas adanya berbagai persiapan yang dilakukan pada saat belum pemberangkatan.
Meski demikian, Sidik tidak menampik ada empat Jemaah yang belum bisa diberangkatkan. Jemaah ini merupakan pasangan suami istri dari kloter 48 dan 53.
Empat Jemaah ini belum bisa berangkat karena alasan Kesehatan. Hanya saja, Sidik tidak menyebut secara rinci penyakit yang diderita dan saat sekarang masih dirawat di rumah sakit.
“Yang sakit Jemaah laki-laki. Sedangkan istrinya menemani selama saat perawatan di rumah sakit untuk beristirahat,” katanya.
Menurut dia, empat Jemaah ini masih bisa berangkat ke Tanah Suci. Pasalnya, saat Kesehatan sudah pulih akan diberangkatkan bersama dengan kloter berikutnya.
“Memang terkendala masalah Kesehatan. Setelah kondisinya memungkinkan, maka akan diberangkatkan melalui kloter selanjutnya,” kata Sidik.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, perjalanan ke Tanah Suci merupakan awal dari rangkaian perjalanan ibadah haji dengan niat mengharap ridho Allah SWT semata. Ia juga meminta kepada Jemaah menjaga Kesehatan karena kondisi di Tanah Suci berbeda jauh dengan di kampung halaman.
“Niatkan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Yang tak kalah penting, Kesehatan harus terus dijaga,” kata Kustini.
Ia juga berharap selama penyelenggaraan ibadah, Jemaah asal Sleman diberikan kemudahan dan kelancaran sehingga dapat pulang ke tanah air dengan selamat. “Semoga menjadi Haji yang mabrur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan tak langsung datang ke NTT usai gempa M7,7. Ia tak ingin pejabat daerah sibuk menjemput dan fokus warga terganggu.
KPK menggeledah Rektorat Unsoed dan sejumlah rumah tersangka kasus dugaan korupsi PMB jalur Mandiri. Penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik.
DPRD) Klaten menggelar rapat paripurna dengan agenda pemungutan dan penghitungan suara calon Wakil Bupati (Wabup) Klaten sisa masa jabatan 2025-2030
Pemkot Jogja memadukan CKG dengan skrining TB untuk menemukan kasus secara dini, menyasar anak kelompok rentan, kontak erat pasien, dan warga berisiko.
Kemenkes mengungkap kualitas udara sejumlah wilayah Indonesia masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Palangka Raya mencatat ISPU 573.