SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ilustrasi./JIBI-Solopos.com
Harianjogja.com, SLEMAN–Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sleman mengaku prihatin atas berhentinya operasional ADITV per 1 Juni 2024. Selain itu, PWI juga menyatakan simpatinya atas nasib wartawan dan karyawan di dalamnya.
Ketua PWI Sleman Wisnu Wardhana mengatakan keputusan tersebut tentu membawa dampak yang signifikan, terutama bagi para karyawan dan wartawan yang selama ini telah berdedikasi dalam menjalankan tugas jurnalistik dan menginformasikannya kepada masyarakat.
BACA JUGA: Kalahkan India, Daya Saing Digital Indonesia Naik 6 Peringkat
"Penghentian operasional ADITV merupakan kehilangan besar bagi dunia media di Yogyakarta, khususnya bagi masyarakat yang telah setia mengikuti program-program yang disajikan ADITV," katanya, Sabtu (1/6/2024).
Menurut Wisnu, ADITV telah menjadi salah satu sumber informasi yang kredibel dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Sleman. "Berhentinya stasiun televisi ini tentunya meninggalkan kekosongan yang akan dirasakan oleh banyak pihak," ujar wartawan Harian Jogja ini.
Wisnu mengapresiasi ADITV yang sudah menjalankan fungsi jurnalistik dan fungsi sebaga lembaga penyiaran dengan baik. PWI Sleman juga menyampaikan simpati yang mendalam kepada seluruh karyawan ADITV, terutama para wartawan yang harus berhenti bekerja akibat keputusan ini.
"Kami sangat memahami betapa sulitnya situasi ini bagi rekan-rekan wartawan. Kami berharap agar mereka tetap tabah dan terus semangat dalam menghadapi tantangan ini. PWI Kabupaten Sleman siap memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan," tambahnya.
Dalam situasi yang penuh tantangan ini, PWI Kabupaten Sleman berharap agar seluruh pihak, termasuk perusahaan media lainnya, dapat memberikan kesempatan kepada para mantan karyawan ADITV untuk terus berkarya di bidang jurnalistik.
BACA JUGA: Disertai Dentuman Keras, Gunung Ibu Kembali Erupsi, Kolong Abu Vulkanik Setinggi 5 Km
"Kami mengajak semua stakeholder di industri media untuk bersama-sama mencari solusi terbaik bagi rekan-rekan yang terdampak, agar mereka dapat segera bangkit dan melanjutkan karier mereka," tegas Ketua PWI Sleman ini.
PWI Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak wartawan dan meningkatkan profesionalisme di bidang jurnalistik. "Kami berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang di masa depan dan industri media dapat terus berkembang dengan baik, memberikan informasi yang berkualitas bagi masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.