Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Pendidikan Berbasis AI
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.
Ilustrasi korban kekerasan seksual./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat Kota Jogja diminta untuk berani melapor atau melakukan pencegahan apabila mengetahui indikasi kasus kekerasan, khususnya pada perempuan dan anak pada lingkungan masing-masing.
"Perempuan dan anak masuk dalam kelompok afirmatif atau rentan yang perlu perhatian khusus. Untuk itu upaya pencegahannya terus diperkuat," kata Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta Ria Rinawati dalam keterangannya di Jogja, Jumat (31/5/2024)
Sepanjang tahun 2023, pihaknya mencatat 217 kasus kekerasan dengan 64 korban adalah anak-anak, 186 perempuan, dan 31 laki-laki.
Menurut Ria, salah satu penyebab terjadinya kekerasan yang tidak muncul ke permukaan dan tidak tertangani karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap berbagai bentuk kekerasan.
Dengan demikian, lanjutnya, saat mereka mengalami atau melihat kekerasan di lingkungan sekitar belum paham apa yang harus dilakukan dan bagaimana alurnya.
Karena itu selain sosialisasi kepada setiap elemen masyarakat, pihaknya juga membentuk gugus tugas yang terdiri dari pemangku kepentingan lintas sektor mulai dari Polresta Jogja, bidang kesehatan, sosial, pendampingan psikologis, hingga perlindungan hukum.
BACA JUGA: Angka Kekerasan Seksual terhadap Anak di DIY Masih Tinggi, Begini Strategi Pemda
Ria mengimbau semua sektor saling bekerja sama dan berkoordinasi dalam upaya deteksi dini, pencegahan, penanganan, dan pendampingan.
"Kami berpesan dan mengajak masyarakat agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar, kalau ada keluarga atau tetangga yang berpotensi atau mencirikan menjadi korban kekerasan maka langsung bisa melaporkan," kata dia.
DP3AP2KB Kota Jogja telah membentuk Satuan Tugas Siap Gerak Atasi Kekerasan (Sigrak) dalam upaya pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak.
Apabila masyarakat menjumpai indikasi kasus kekerasan di sekitarnya, kata dia, maka bisa segera melapor ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Yogyakarta.
"Atau bisa juga ke tokoh masyarakat setempat yang nantinya juga akan dibantu oleh Kader Sigrak di masing-masing wilayah," kata Ria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.