Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Para narasumber memberi paparan dalam sarasehanPeringatan Kelahiran Pancasila, lapangan Kampung Pancasila Gowongan, Sabtu (1/6/2024)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA–Memperingati hari kelahiran Pancasila, Kampung Pancasila Gowongan menggelar 79 Tahun Lahirnya Pancasila dengan tema ‘Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045’ di lapangan Kampung Pancasila Gowongan, Sabtu (1/6/2024).
Ketua RT 26 Gowongan sekaligus panitia peringatan Hari Kelahiran Pancasila Kampung Pancasila Gowongan, Ignatius Hernowo Aris Hartadi, menjelaskan wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai Kampung Pancasila sejak 2011, bersama 13 kampung lainnya yang mewakili setiap kemantren di Kota Jogja.
Dalam kegiatan ini, Kampung Pancasila Gowongan mengumpulkan perwakilan dari kampung pancasila lainnya untuk memperkuat semangat pancasila. “Pancasila sudah mulai tergerus. Di sini kami mencoba mengucapkan dan berperilaku sehari-hari sesuai pancasila,” katanya.
Ia mendorong Kampung Pancasila di Kota Jogja untuk membentuk forum komunikasi kampung pancasila. “Kami berharap peringatan hari lahir Pancasila ini bisa menjadi awal untuk langkah kami kedepan. Di sini sudah ada delapan Kampung Pancasila yang hadir,” ungkapnya.
Kegiatan ini dimeriahkan dengan bazar jamu dan sayur yang didatangkan langsung dari petani di Pakem, sehingga harganya lebih murah ketimbang di pasaran. “Kita jual melalui Kampung Pancasila, memangkas tengkulak-tengkulak, selisihnya cukup signifikan,” ujarnya.
BACA JUGA: Peringati Hari Lahir Pancasila, Ribuan Warga Kanutan Ikuti Merti Wayang Beber Pancasila
Ia mencontohkan seperti sayur sawi dan loncang, yang di pasar dijual sekitar Rp12.000, dalam bazar ini dijual Rp5.000 saja. “Kami sudah untung, keuntungan kami kembalikan ke masyarakat lagi. Petani biasanya dibeli Rp3.000, kita beli Rp4.000. Ini semangat pancasila, konsumen dan petani sejahtera,” kata dia.
Adapun sarasehan yang digelar mengangkat tema Membangun Kesadaran dan Aksi Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Bidang Pertanian, UMKM dan Pariwisata, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari praktisi bidang masing-masing.
Salah satu narasumber yakni Ketua Gerakan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie, menuturkan Kampung Pancasila Gowongan merupakan salah satu kampung penyangga Sumbu Filosofi Jogja, sehingga berpotensi besar untuk dikembangkan terutama dari sisi pariwisata.
“Yang menjadi PR selama ini, setelah diakui UNESCO, belum ada satu forum yang semua kampung penyangga Sumbu Filosofi duduk bersama. Ini yang menjadi reminder kita bersama. Kalau kita bicara Sumbu Filosofi, tidak bisa lepas dari semua kampung penyangganya,” paparnya.
Seluruh kampung penyangga ini perlu ebangun sinergi agar pengembangan bisa lebih kuat dan terarah. “Setiap kampung penyangga memiliki potensinya masing-masing, yang bisa menjadi identitas penguat. Maka kita perlu duduk bareng,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi Harian Jogja.