Fakultas Peternakan UGM Beri Edukasi ke Juru Sembelih Hewan Kurban di Jogja

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 05 Juni 2024 04:27 WIB
Fakultas Peternakan UGM Beri Edukasi ke Juru Sembelih Hewan Kurban di Jogja

Suasana Pelatihan Penyembelihan Hewan dan Penanganan Daging Kurban Yang Higienis pada Selasa (4/6/2024) di Fakultas Peternakan UGM./Istimewa -- Fakultas Peternakan UGM

Harianjogja.com, SLEMAN—Para juru sembelih dinilai perlu memahami risiko selama proses penyembelihan hewan kurban berlangsung. Kelompok ini dinilai sebagai garda terdepan dalam penyembelihan hewan kurban.

Ketua Juru Sembelih Halal DIY, Cuk Tri Noviandi mewanti-wanti para juru sembelih hewan kurban untuk mengenali beberapa potensi bahaya pada saat proses penyembelihan. Beberapa risiko yang bisa menghinggapi penyembelih hewan kurban mulai dari tertendang sapi, tersayat pisau, terhantam kepala saat sapi tiba-tiba bergerak, hingga tertimpa hook/pisau yang jatuh dari atas.

"Potensi bahaya tersebut tidak akan terjadi jika petugas penyembelih sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap," katanya dalam Pelatihan Penyembelihan Hewan dan Penanganan Daging Kurban Yang Higienis pada Selasa (4/6/2024) di Fakultas Peternakan UGM.

Dosen Fakultas Peternakan UGM itu juga menambahkan bila potensi bahaya bagi juri sembelih bisa diantisipasi. Karenanya, ia berharap para petugas yang terlibat dalam proses penyembelihan perlu mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Selain itu, mereka juga harus mengerti Standard Operational Procedures (SOP) mengenai penyembelihan maupun mengenakan APD.

"Alat pelindung diri bukan untuk mencegah kecelakaan atau reduce likelihood, namun hanya sekedar mengurangi efek atau keparahan kecelakaan atau reduce consequences," ujarnya.

Wakil Ketua Halal Center UGM, Nanung Danar Dono menambahkan hewan kurban harus terhindar dari stres sebelum disembelih. Terdapat beberapa cara agar hewan kurban terbebas dari stres. Di antaranya seperti melakukan penyembelihan di tempat yang tenang dan tidak gaduh, mengistirahtkan ternak setelah perjalanan dan jangan sampai hewan kurban melihat darah dari ternak lain yang telah disembelih.

"Tempat penyembelihan hendaknya tenang, bersih, suci dari najis dan tidak gaduh," ucapnya.

Di sisi lain, Peneliti Laboratorium Ilmu dan Teknologi Daging Fakultas Peternakan UGM, Endy Triyannant mengingatkan para peserta dari sisi higienitas daging kurban. Dia mengedukasi para juru sembelih untuk menjaga higienitas pengelolaan daging pasca disembelih. "Jika daging sudah dipastikan aman dikonsumsi maka tentu akan mencegah penularan penyakit," ujarnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online