Kesbangpol Gunungkidul Targetkan Banpol Rp1,1 Miliar Cair Triwulan II
Kesbangpol Gunungkidul menargetkan pencairan bantuan keuangan partai politik sebesar Rp1,17 miliar pada triwulan kedua 2026.
Aktivitas warga yang menggantre untuk menggilingkan daging di tempat penggilingan di kawasan Pasar Argosari, Wonosari. Minggu (8/6/2025)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penggilingan daging di Kota Wonosari ramai didatangi Masyarakat pasca-pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Warga pun rela mengantre berjam-jam untuk membuat adonan bakso.
Di kawasan Pasar Argosari Wonosari terdapat tiga lokasi penggilingan daging. Sama seperti yang terjadi usai perayaan Iduladha di tahun-tahun sebelumnya, sejak pagi tempat ini sudah didatangi warga.
Salah seorang warga Wonosari, Suwarni mengatakan, dirinya sudah mengantre menggilingkan daging sapi sejak Minggu (8/6/2025) pagi. Namun, baru mendapatkan giliran dilayani pada siang hari karena warga yang datang banyak.
“Sudah antre tiga jam baru mendapatkan jatah menggilingkan daging sapi. Ya mau bagaimana lagi karena usai Berkurban banyak warga yang inging menggilingkan daging yang diperoleh,” kata Suwarni kepada wartawan, Minggu siang.
Dia menjelaskan, alasan menggilingkan daging karena ingin membuat bakso. Menu ini dinilai lebih awet dan disukai hampir seluruh anggota keluarga.
“Bikinnya juga tidak ribet dan terpenting bisa tahan lama,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Sofia, warga lain yang mengantre di penggilingan daging di Pasar Argosari. Ia datang ke penggilingan dengan membawa daging sapi seberat sepuluh kilogram.
“Sepuluh kilogram ini, bukan hanya milik saya saja. Tapi, ada saudara yang nitip menggilingkan daging hasil pembagian Kurban,” katanya.
Meski harus menunggu, ia pun sabar menunggu jatah agar bisa menggilingkan daging yang dibawa. Sofia menghitung harus menunggu sekitar dua jam agar bisa dilayani untuk membuat adonan bakso ini.
“Memang harus sabar karena yang antre juga banyak. Jadi, sudah biasa kalau setelah Kurban banyak yang menggilingkan daging untuk membuat bakso,” katanya.
Sofia mengaku lebih memilih membuat bakso karena simpel. Di sisi lain, juga awet disimpan di lemari es dan cara memasaknya mudah dan tidak ribet seperti olahan daging sapi lainnya.
“Kalau mau bikin rendang atau menu lain juga ribet. Dengan membuat bakso banyak yang suka dan bikinnya juga mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Gunungkidul menargetkan pencairan bantuan keuangan partai politik sebesar Rp1,17 miliar pada triwulan kedua 2026.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.