Jalan Watusigar-Nglipar Rusak Sejak 1997, Warga Minta Diperbaiki
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Warga Kota Jogja mengantre membuang sampah di Depo Sampah Mandala Krida Jogja, Selasa (21/5/2024) pagi. /Harian Jogja-Sugeng Pranyoto.
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang warga Kalurahan Sidoarum, Godean diajukan ke meja hijau karena tertangkap tangan membuang sampah sembarangan. Pelaku pun divonis denda uang sebesar Rp200.000 di Pengadilan Negeri Sleman, Rabu (5/6/2024).
Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Perundang-Undangan, Satpol PP Sleman, Sri Madu Rakyanto mengatakan, Satpol PP berkomitmen untuk menengakkan aturan dalam Perda No.6/2023 tentang Penyelenggaraan Pengolahan Sampah. Langkah ini untuk membantu Pemkab dalam menyelesaikan permasalahan sampah setelah TPA Piyungan ditutup.
BACA JUGA: Pembangunan TPS3R Karangmiri Ditolak Warga Jagalan, Ini Alasannya
Bukti komitmen ini dilakukan dengan rutin menggelar patroli gabungan yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan serta anggota TNI-Polri. Hasilnya, pada 29 Mei lalu Tim Gabungan menangkap seorang warga Sidoarum yang membuang sampah di Kawasan Ringroad Barat.
“Ini merupakan penangkapan kedua. Sebab, pada 15 Mei lalu juga sudah menyidangkan seorang warga yang membuang sampah secara sembarangan,” katanya, Rabu siang.
Menurut dia, warga Sidoarum ini sudah disidang di Pengadilan Negeri Sleman pada Rabu pagi. Adapun hasilnya, yang bersangkutan dinyatakan bersalah dan dikenakan denda sebesar Rp200.000.
“Langsung dibayar oleh pelaku ke Kejaksaan Negeri Sleman,” katanya.
Kepala Satpo PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, sesuai dengan ketugasan yang dimiliki, pihaknya siap membantu pemkab dalam upaya mengatasi masalah sampah dengan melakukan penegakkan terhadap peraturan yang ada.
Menurut dia, upaya penindakan secara persuasif dengan mencatat nomor KTP-el milik pembuang sudah dilakukan. Hanya saja, menurut Shavitri, peringatan yang diberikan tidak membuat jera.
“Awalnya kita berupaya memberikan edukasi, tapi lama-lama Masyarakat tidak bisa diingatkan. Jadi, penindakan secara tegas dengan mebawa ke pengadilan pun dilakukan,” katanya.
Menurut dia, upaya penindakan tegas akan terus dilakukan demi membantu pemkab mengurangi lokasi pembuangan sampah liar. Meki demikian, Shavitri menekankan, penindakan tidak dilakukan secara serampangan karena harus dilengkapi dengan bukti-bukti yang kuat.
“Tangkap tangan, ada bukti maka akan diproses secara hukum,” katanya.
Dia menjelaskan, untuk penegakan sudah diatur dalam Perda No.6/2023 tentang Penyelenggaraan Pengolahan Sampah. Ia juga meminta kepada Masyarakat agar mau membantu pemkab guna menyelesaikan persoalan sampah.
“Warga ikut bertanggungjawab. Caranya sebelum membuang dengna mengolah seperti memilah dan lain sebagainya agar yang dibuang benar-benar sampah residu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Menko Muhaimin Iskandar menegaskan pengentasan kemiskinan perlu ekosistem yang menghubungkan perlindungan sosial dan pemberdayaan.
Monaco mengalahkan PSG 2-1 pada pekan ketiga Liga Prancis. Lyon menang atas Auxerre dan kini menempati posisi kedua klasemen.
Pertamina NRE melirik potensi EBT Sumbar sebesar 10.054 MW untuk mendukung pengembangan energi hijau dan transisi energi.
DPRD Kota Jogja menyoroti penerapan K3 proyek jalan setelah kecelakaan di Bugisan. Kontraktor diminta memperketat keselamatan warga.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini, Sabtu 5 September 2026, tersedia malam hari melalui layanan SIMENOR..