Program Desa Zero Waste di DIY Diprediksi Tekan 15 Persen Produksi Sampah

Yosef Leon
Yosef Leon Rabu, 05 Juni 2024 20:37 WIB
Program Desa Zero Waste di DIY Diprediksi Tekan 15 Persen Produksi Sampah

Ilustrasi sampah. Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Program desa zero waste atau desa nol sampah yang fokus pada pemberdayaan pengolahan sampah di desa akan digencarkan dalam waktu dekat. Program desentralisasi sampah itu akan mengajak setiap desa atau kalurahan menekan produksi sampah mereka sebanyak 15%. 

Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kuncoro Cahyo Aji mengatakan, dalam visi misi Gubernur DIY 2022-2027 salah satunya menyertakan agar persoalan sampah bisa ditekan mulai dari tingkat desa. Menurut dia, kalurahan punya kewenangan dan tanggung jawab penuh terhadap sampah masing-masing dari dapur rumah warga ke depan rumah masing-masing. 

BACA JUGA: Buang Sampah Sembarangan, Warga Godean Sleman Didenda Rp200.000

"Itu bisa menggunakan dana desa atau bantuan keuangan kalurahan oleh Pemda DIY," jelasnya, Rabu (5/6/2024). 

Kuncoro menyebut, selanjutnya dari area pintu rumah warga menuju TPS3R kewenangannya sudah menjadi tanggung jawab kabupaten kota. Selanjutnya di tingkat Pemda DIY akan mengampu penyediaan fasilitas sarana dan prasarana TPS3R di sejumlah titik desa atau kalurahan. Dengan begitu, aktivitas dan pola pengolahan sampah sudah tersistematis sesuai dengan kewenangan masing-masing. 

"Data sementara TPS3R di DIY sudah ada 64 titik dan dari analisis kami yang siap digunakan baru 10. Ini tentu jadi perhatian kami untuk pengembangan ke lokasi lain yang belum siap operasional," katanya.

Beberapa organisasi masyarakat, kata Kuncoro pun siap memfasilitasi pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dalam pengolahan sampahnya masing-masing. Sudah ada beberapa organisasi yang akan mendampingi desa percontohan dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu serta mengedukasi cara mengolah sampah yang bersifat residu. 

"Desa nol sampah ini untuk membantu dan dukungan terhadap program desentralisasi sampah. Targetnya minimal 15 persen produksi sampah di desa percontohan yakni Sardonoharjo bisa ditekan," pungkasnya. 

Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo menyebut, perkembangan program desentralisasi sampah terus dipantau oleh pihaknya. Pun dengan gesekan serta tantangan yang dihadapi oleh kabupaten kota dalam proses penyelesaian sampah di masing-masing wilayahnya. Untuk itu koordinasi dan komunikasi lintas sektor terus digalakkan. 

"Terutama soal penanganan sampah di perbatasan wilayah administrasi, itu kan sering terjadi penumpukan. Ke depan akan kami koordinasikan lebih lanjut bagaimana penanganannya," ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online