Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman di triwulan pertama 2024 mencatat investasi masuk sebesar Rp312,9 miliar. Diperkirakan tren investasi masih akan naik sehingga target investasi senilai Rp1,2 triliun bisa terlampaui.
Sekretaris DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih mengataakan, iklim investasi di Sleman tumbuh dengan abgus. Hal ini terlihat dari capaian investasi yang masuk dari tahun ke tahun.
Dia menjelaskan di 2024 ada target pertumbuhan investasi sebesar Rp1,28 triliun. Hingga akhir Maret atau triwulan pertama 2024, capaian sudah menembus Rp312,9 miliar atau tercapai 24,45% dari target.
“Ini masih bisa terus bertambah karena iklim investasi Sleman trennya meningkat dan kondisinya juga sangat bagus,” kata Triana kepada Harianjogja.com, Kamis (6/6/2024).
Menurut dia, investor terbesar di Kabupaten Sleman masih berasal dari penanaman modal dalam negeri. Pasalnya, dari nilai Rp312,9 miliar, modal dalam negeri yang masuk tembus Rp257,7 miliar, sedangkan untuk penanaman modal asing baru di kisaran Rp55,1 miliar. “Jadi porsi terbesar masih berasal dari investor dalam negeri,” katanya.
BACA JUGA: Hari Ini Harga Cabai Rawit Mahal
Dia menjelaskan, untuk nilai investasi terbanyak masih didominasi sektor transportasi Gudang dan telekomunikasi yang mampu menyumbang sebesar Rp119,27 miliar. Selanjutnya ada tekstil mencapai Rp18,5 miliar; hotel dan restoran sebanyak Rp17,6 miliar dan sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencapai 16,3 miliar.
“Kalau dari data yang masuk untuk nilai investasi yang masuk bervariasi mulai dari ratusan juta hingga ratusan miliar,” ungkapnya.
Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta menyambut baik investasi di Sleman yang terus tumbuh dengan baik. Hal ini tak lepas dari situasi dan kondisi yang stabil sehingga memberikan kepastian dan rasa aman bagi calon investor. “Tentunya ini juga didukung keberadaan sumber daya manusia yang baik sehingga muncul berbagai ide kreatif yang menarik minat investor,” katanya.
Haris pun mendorong kepada Pemkab agar tidak cepat puas dengan apa yang telah dicapai. Pasalnya, upaya peningkatan harus dilakukan sehingga capaian positif bisa terus diraih. “Dengan iklim investasi yang baik, maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh di Kabupaten Sleman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.