Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Peserta pawai Pawai Alegoris 2024 menampilkan atraksi seni-budaya di di Kotagede, Sabtu (8/6/2024) Sore./ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pawai Alegoris 2024 sukses digelar di Kotagede, Sabtu (8/6/2024) Sore. Mengambil tema 'Harmony in Old Mataram', acara ini menyuguhkan berbagai atraksi seni dan budaya yang dikemas secara apik, etik, serta estetik.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko, menuturkan pemilihan lokasi Pawai Alegoris 2024 di Kotagede lantaran kawasan ini memiliki potensi wisata sejarah dan budaya yang beragam.
BACA JUGA: Sejarah Kotagede hingga Kini Jadi Sentra Perak di Jogja
"Kawasan ini pun harus terus dipromosikan agar dikenal masyarakat luas. Banyak kampung wisata menarik di kawasan Kotagede yang bisa dijelajahi wisatawan," paparnya di sela kegiatan.
Diawali dari Jalan Kemasan, pawai ini melibatkan setidaknya 10 kelompok yang saling berlomba menunjukkan ragam keunikan busana. Di sepanjang jalur yang dilewati, peserta pawai telah ditunggu kerumunan warga yang berkumpul memadati Jalan Kemasan hingga Jalan Mentaok Raya.
Dalam pertunjukkan ini para peserta menceritakan tentang berbagai situs bersejarah yang ada di wilayah Kotagede. Seperti menceritakan sejarah Situs Padas Temanten, Situs Watu Gajah, Situs Nogobondo, Situs Beteng Peleman, Situs Watu Gilang, Situs Sumur Retno Dumilah, Situs Sendang Selirang, dan juga Situs Watu Gatheng.
Selain menyuguhkan berbagai atraksi menarik, para pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai macam kuliner khas Kotagede, yang dijajakan oleh warga sekitar. Ini menunjukkan geliat UMKM juga tumbuh dengan adanya event tersebut.
Penjabat Wali Kota Jogja, Sugeng Purwanto, menjelaskan acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan kreasi budaya masyarakat, tetapi juga sebagai sarana promosi objek wisata wilayah Kotagede. Pawai Alegoris menjadi bentuk komitmen Pemkot Jogja dalam mempromosikan geliat pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Kotagede.
"Acara ini berasal dari, untuk, dan oleh masyarakat yang semoga dapat menjadi penyemarak kawasan Kotagede. Ini juga sebagai penanda bahwa Kota Jogja adalah kota yang memiliki kreativitas kebudayaan yang tinggi," ujarnya.
BACA JUGA: Kronologi Lengkap Balita Tersiram Minyak Panas di Pasar Kotagede Jogja
Sugeng berharap dengan adanya acara tersebut dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. "Pemilihan lokasi di Kotagede sangat tepat karena Kotagede memiliki banyak destinasi wisata dan daya tarik yang terkenal," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.