Lansia di Jogja Jadi Tantangan Penerapan Identitas Digital
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Foto ilustrasi daging kurban. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul mengimbau kepada panitia penyembelihan hewan kurban menggunakan wadah yang ramah lingkungan untuk membagikan daging kurban. Penggunaan wadah ramah lingkungan tersebut dilakukan meminimalkan sampah yang diproduksi selama Iduladha.
“Terkait dengan tempat [wadah pembagian] daging, jangan menggunakan plastik tetapi bisa dengan besek atau wadah lain yang dapat mengurangi sampah yang ada di masyarakat,” ujar Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kantor Kemenag Bantul, Sugito, Jumat (14/6/2024).
Imbauan tersebut telah disampaikan kepada masyarakat dan jemaah di Bantul melalui berbagai kesempatan melalui penyuluh agama di Bantul. Dengan begitu, dia berharap timbunan sampah yang dihasilkan dari penyembelihan hewan kurban tidak banyak.
Panitia penyembelihan hewan kurban juga diminta menimbun limbah sisa pemotongan hewan kurban dalam tanah. Penimbunan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyembelihan lingkungan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menyampaikan agar panitia penyembelihan hewan kurban menggunakan besek atau daun sebagai wadah daging kurban. Hal itu menurutnya akan mengurangi produksi sampah selama Iduladha.
Dia pun meminta panitia penyembelihan hewan kurban agar memperhatikan prinsi pkebersihan dalam proses penyembelihan tersebut. “Kami berpesan kepada panitia penyembelihan hewan kurban agar membuat jugangan untuk membuang limbah pemotongan dan menggunakan air mengalir untuk mencuci jeroan, jangan mencampur jeroan dengan daging,” katanya.
Penyembelihan hewan kurban akan diselenggarakan pada 2.208 titik di Bantul. Pihaknya akan menerjunkan 150 petugas untuk memantau kesiapan proses penyembelihan hewan di tempat-tempat penyembelihan tersebut.
Dia menuturkan untuk memenuhi kebutuhan daging kurban, telah disiapkan 15-16 ribu ekor kambing dan domba. Selain itu, ada pula 7 ribu ekor sapi yang disiapkan. Hewan kurban tersebut pun hanya disuplai 10 persen dari Bantul, sisanya didatangkan dari berbagai daerah antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.
BACA JUGA : Kemenag Jogja Imbau Masyarakat Tekan Produksi Sampah Selama Iduladha
“Kami mendatangkan [hewan kurban] dari berbagai daerah dan sudah mencukupi kebutuhan,” ujarnya.
Hewan ternak yang masuk ke Bantul telah diperiksa oleh petugas di 10 pos pemantauan kesehatan hewan. Disana telah ada petugas yang memeriksa kesehatan hewan kurban di tempat penampung ternak. Dia pun memastikan ternak yang masuk ke Bantul dalam kondisi sehat dan tidak membawa penyakit zoonosis. “Insyaallah [hewan kurban di Bantul] tidak ada penyakit dan kondisinya aman,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman