Remaja di Berbah Dibacok Saat Pulang Mancing, Ini Kronologinya
Remaja 17 tahun di Berbah, Sleman, dibacok celurit saat pulang memancing. Polisi menangkap dua pelaku yang diduga salah sasaran.
Kustini Sri Purnomo./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Petahana Pilkada Sleman 2024, Kustini Sri Purnomo menanggapi sejumlah isu sejumlah tokoh yang disebut bakal menjadi pasangannya di gelaran Pilkada 2024.
Di awal-awal penjaringan kepala daerah yang dibuka partai, kans duet Kustini-Danang Maharsa sempat diisukan bisa kembali di Pilkada mendatang. Beberapa waktu setelahnya, giliran potret kedekatan Kustini dengan Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta dalam suatu acara dikaitkan dengan potensi keduanya bakal maju di Pilkada mendatang.
Seusai momen itu, giliran wacana Kustini duet dengan kader Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya gantian yang santer terdengar.
Menanggapi isu-isu ini, Kustini menganggap wacana semacam itu merupakan hal yang dinamis. Penentuannya kata Kustini ada di injury time nanti, sosok mana yang akan mendampinginya maju di Pilkada. "Ya itu kan namanya dinamis, enggak apa-apa itu namanya dinamis. Nanti kan terakhir injury time-nya dengan siapa," kata Kustini, Senin (17/6/2024).
Hingga kini Kustini masih menjalin hubungan dengan beragam partai. Mulai dari PDIP yang merupakan partai yang diikuti Haris Sugiharta dan wakilnya saat ini Danang Maharsa, hingga komunikasi dengan Gerindra tempat Danang Wicaksana bernaung.
"Masih dinamis, berhubungan dengan siapa pun, bisa dengan PDIP, bisa dengan Gerindra bisa dengan PKB, semua komunikasi semua," lanjutnya.
BACA JUGA: Masih Mesra di Pemerintahan, Kustini-Danang Berpotensi Berduet Kembali
Bagi Kustini siapa pun kontestannya di Pilkada nanti, mereka adalah orang terbaik yang ingin memajukan Sleman. "Kami menghormati siapa pun orang yang terbaik dalam membangun Sleman," tandasnya.
"Siapa pun warga Sleman punya hak untuk maju, siapa pun dia pasti berencana untuk membangun Kabupaten Sleman. Bagi saya bukan saingan tapi kompetisi nanti di mana rakyat lah yang memilih," kata Kustini.
Hingga kini partai PAN yang mengusung Kustini maju sebagai calon bupati belum menentukan arah pasangan Kustini di Pilkada. Namun menjalin koalisi menjadi keharusan bagi PAN mengingat kursi yang mereka peroleh di Pileg belum mampu untuk mengusung calon kepala daerahnya sendiri.
"Kami kan sudah diberi rekomendasi [menjadi calon] bupati, kami memang mencari wakil bupati. PAN di Sleman kan kecil, cuma enam kursinya harus koalisi. Kami mencari koalisi siapa pun," ujarnya.
Tetapi yang pasti, Kustini mencari pasangan wakil bupati dan tidak membidik posisi yang lain. Kustini menyebut potensinya berduet kembali dengan Danang atau dengan Danang yang lain merujuk ke Danang Wicaksana atau bahkan ke Haris Sugiharta masih bersifat dinamis.
"Saya mencari wakil, apa nanti dengan pak Danang kembali atau dengan Danang yang lain, dengan pak Haris kita enggak tahu. Kita serba dinamis, belum apa-apa, proses," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Remaja 17 tahun di Berbah, Sleman, dibacok celurit saat pulang memancing. Polisi menangkap dua pelaku yang diduga salah sasaran.
Google menguji pusat data AI di luar angkasa lewat Project Suncatcher dengan membawa empat chip TPU ke orbit.
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu pagi, dilaporkan menyebabkan seorang lansia
Bedog Artsfest ke-16 di Sleman mengusung tema Ngerawat Rasa dengan menjadikan sungai sebagai ruang seni dan pesan kepedulian lingkungan.
KKP akan mencabut izin KM Maulana 23 setelah dugaan kekerasan terhadap ABK viral. Kapal membawa 28 ABK dan kini diamankan di Dobo.
Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja.