Salah Satu Bakal Calonnya Merapat ke Joko Purnomo, Ini Kata PKS Bantul

Jumali
Jumali Rabu, 19 Juni 2024 13:27 WIB
Salah Satu Bakal Calonnya Merapat ke Joko Purnomo, Ini Kata PKS Bantul

Ilustrasi Pilkada - Antara

Harianjogja.com, BANTUL—DPD PKS Bantul angkat bicara terkait dengan kehadiran salah satu bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul dari internal partai, yakni Amir Syarifudin yang datang bersama dengan Ketua DPC PDIP Bantul, Joko Purnomo di lomba takbir Iduladha di Lapangan Potorono, Banguntapan, Selasa (19/6/2024) malam.

PKS Bantul memastikan belum menentukan sikap terkait dengan kemungkinan koalisi dengan PDIP pada Pilkada mendatang.

Ketua DPD PKS Bantul Agung Laksmono mengungkapkan meski salah satu bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul dari internal partai, yakni Amir Syarifudin datang bersama dengan Ketua DPC PDIP Bantul, Joko Purnomo di acara tersebut, namun sampai kini belum ada keputusan dari partai terkait koalisi dengan PDIP. Sebab, sampi saat ini, belum ada keputusan dari DPD PKS Bantul untuk berkoalisi dengan partai mana pun.

"Jadi masih cair semua. Sampai sat ini kami masih komunikasi semua, baik dengan pak Halim maupun pak Joko. Karena keduanya kan putra terbaik Bantul. Kalau sekarang mereka berpisah, kami tetap bangun komunikasi ke semua," kata Agung, Rabu (19/6/2024).

Selain belum menentukan sikap akan berkoalisi dengan Abdul Halim maupun Joko Purnomo, Ia mengatakan PKS juga belum ada keputusan untuk membentuk poros ketiga.

BACA JUGA: Joko Sebut Berpisah di Pilkada 2024, Bupati Halim Membantah

Meskipun diakui Agung, peluang untuk membentuk poros ketiga masih terbuka. Sebab, PKS Bantul memiliki enam kursi di DPRD Bantul dan tinggal butuh tiga kursi lagi untuk bisa memenuhi batas minimal pencalonan bupati dan wakil bupati Bantul pada Pilkada 2024.

"Jadi semua masih bisa terbuka. Bisa kami bentuk poros sendiri. Tinggal berkoalisi dengan sejumlah partai untuk melengkapi batas syarat pengajuan," ucap Agung.

Terkait dengan peluang Amir Syarifudin diajukan sebagai calon bupati ataupun wakil bupati, Agung mengaku hal itu masih sangat terbuka. Sebab, sampai saat ini DPD PKS Bantul masih melakukan penimbangan terhadap tiga calon internal yang mungkin diusung pada Pilkada mendatang.

Selain Amir Syarifudin, ada Agung Laksmono dan Arif Rahman Hakim yang kini terus digodok oleh DPD PKS Bantul untuk diproyeksikan menjadi calon bupati ataupun wakil bupati pada Pilkada Bantul 2024.

"Jadi semua masih mungkin. Kami diinternal masih intens bekerja termasuk melakukan survei di tingkat internal," kata

Bukan Hal Baru

Menurut Agung, jika nantinya PKS jadi berkoalisi dengan PDIP pada Pilkada 2024, maka bukanlah hal yang baru. Sebab, PKS dulu sempat berkoalisi dengan PDIP pada Pilkada Bantul tahun 1999.

"Dulu di awal 1999 kami masih bernama Partai Keadilan dan mendukung pak Idham Samawi. Setelah itu memang kami tidak pernah berkoalisi dengan PDIP. Tapi, seandainya berkoalisi dengan PDIP, bagi kami itu bukanlah hal yang baru," ucap Agung.

Sebagaimana diketahui pada kegiatan lomba takbir Iduladha di Lapangan Potorono, Banguntapan, Selasa (19/6/2024) malam, Wakil Bupati Bantul yang juga Ketua DPC PDIP Bantul Joko Purnomo terlihat bersama dengan Amir Syarifudin-salah satu bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul dari internal PKS.

Joko menyebut jika pada Pilkada 2024 mendatang dirinya berpisah dengan Abdul Halim Muslih. Hal ini menyusul keputusan dari Bupati Halim untuk tidak bekerja sama lagi dengan PDIP Bantul pada Pilkada mendatang. Atas dasar tersebut, Joko menyatkan telah mendapatkan perintah untuk segera berkomunikasi dan membentuk kerja sama dengan partai lainnya di Bantul dalam Pilkada Bantul 2024.

Mengenai pasangan yang akan mendampingi dirinya, Joko mengakui jika PDIP Bantul sejatinya bisa mengusung calon sendiri. Karena pada Pemilu 2024, PDIP Bantul mendapatkan 12 kursi, atau diatas batas minimal persyaratan pengajuan calon dari KPU yakni minimal sembilan kursi.

Tetapi, kata Joko, mengaku pihaknya tidak akan gegabah dab tetap menjalin komunikasi dengan sejumlah partai untuk kerja sama pada Pilkada mendatang, termasuk untuk wakil bupati yang akan mendampingi Joko. 

"Sampai saat ini belom [wakil bupati]. Tapi, nanti bisa dari PKS, partai yang lain atau dari tokoh masyarakat, organisasi masyarakat," kata Joko.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online