PPDB SMA 2024: Orangtua dan Calon Siswa di Sleman Masih Bingung Soal Pangajuan Akun

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 19 Juni 2024 20:57 WIB
PPDB SMA 2024: Orangtua dan Calon Siswa di Sleman Masih Bingung Soal Pangajuan Akun

PPDB Online - Ilustrasi/Antara

Harianjogja.com, SLEMAN–Sejumlah siswa dan wali murid mendatangi Posko PPDB di Balai Dikmen Sleman untuk menanyakan berbagai persoalan terkait PPDB, Rabu (19/6/2024).

Operator PPDB Balai Dikmen Sleman, Arif Budi Prasetya mengatakan pada tahap pengajuan akun ini masih ada sejumlah siswa maupun orang tua yang kebingungan dalam pengisian akun. Mereka datang ke Balai Dikmen Sleman untuk menanyakan tata cara pengajuan akun.

BACA JUGA: PPDB Kota Jogja: Balai Dikmen Temui Kendala Aktivasi Token dan NISN Ganda

"Masih ada orang tua dan siswa yang mengalami kesulitan dalam artian masih bingung caranya bagaimana [pengajuan akun]," terang Arif pada Rabu (19/6/2024).

Mayoritas masalah yang dihadapi pada tahap pengajuan akun ini lebih kepada orang tua dan siswa yang bingung cara mengisi data-data akun. "Jadi kita menerangkan kaya dari nol, masuknya lamannya ini, terus masuk akunnya ini terus kita pandu sampai selesai," ujarnya. 

Pada hari pertama, Balai Dikmen Sleman setidaknya melayani 25 kasus. Beberapa di antaranya terkait masalah pengajuan akun. Selain pengajuan akun, kebanyakan kasus yang ditemui ialah keterlambatan melakukan verifikasi jalur afirmasi. Banyak orang tua yang belum tahu akan tahapan ini. "Itu telat pada tahap pengajuan verifikasi dokumen," lanjutnya. 

Pada kasus semacam ini verifikasi dilakukan manual. Orang tua dan siswa datang ke Balai Dikmen Sleman untuk melakukan verifikasi jalur afirmasi. 

BACA JUGA: Praktik Titip Nama KK Membuat Kacau PPDB SMP di Gunungkidul, Disdik: Kami Cermati

Anak yang terlambat melakukan verifikasi akan membawa dokumen Kartu Keluarga Miskin (KKM) dan Kartu Keluarga Rentan Miskan (KKRM) untuk mendaftar jalur afirmasi. Bila dokumen yang dibawa telah sesuai dan benar, maka anak tersebut dapat melanjutkan pendaftaran di jalur afirmasi. 

"Jadi mereka datang ke Balai Dikmen verifikasi faktual langsung mereka bawa bukti bahwa saya masuk dalam daftar keluarga miskin, ada buktinya ya kita bantu untuk centang afirmasinya. Sehingga waktu pendaftaran untuk jalur afirmasi mereka sudah bisa menggunakan," tandasnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online