6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Suasana peringatan haul Bung Karno ke-54 yang digelar di Embung Langensari, Kamis (20/6/2024) malam. Yosef Leon/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Beragam acara budaya dan doa bersama lintas agama digelar di Embung Langensari, Kamis (20/6/2024) malam untuk memperingati haul Bung Karno yang ke-54. Mengangkat tema warisi apinya jangan abunya, agenda ini mengajak generasi muda untuk menjadikan nilai dalam Pancasila sebagai pedoman berperilaku.
Haul Bung Karno tersebut dibuka dengan penampilan musik keroncong dari grup Langen Suryo. Sejumlah lagu nasional dan kebangsaan dimainkan menghibur para tamu undangan. Setelahnya dilanjutkan dengan penampilan paduan suara dari para mahasiswa dan tari-tarian serta doa lintas agama dan diakhiri dengan tumpengan.
Wawan Harmawan, penggiat Komunitas #JogjaMenyala yang menginisiasi acara itu mengatakan, haul Bung Karno sengaja menampilkan beragama acara budaya. Sebab sektor itu menjadi salah satu fokus Bung Karno yang juga diajarkan dalam konsep Trisaktinya yakni berkepribadian dalam kebudayaan.
"Kalau dengan jargon yang berat anak muda sekarang kan kurang terlalu tertarik, sehingga kami konsep pengenalan nilai Pancasila dan sejarah bangsa itu lewat budaya. Agar mereka lebih termotivasi dan membangun karakteristik jiwa muda berdasarkan Pancasila," katanya.
Pun demikian dengan mengundang para tokoh dari lintas agama, Menurut Wawan sila ketuhanan yang ada di dalam Pancasila mengakomodir semua kepercayaan dan agama yang dianut masyarakat. Segenap elemen masyarakat sekitar pun dilibatkan dalam acara tersebut.
"Melalui haul ini kami ingin mengenalkan kembali pernyataan Bung Karno yang terkenal, warisi apinya jangan abunya. Bagaimana generasi muda masa kini bisa mengambil sari pati semangat pendahulu bangsa untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
Penggagas acara Widihasto Wasana Putra menjelaskan acara Kenduri Rakyat Jogja bukanlah sekedar kegiatan seremonial semata. Ada tiga substansi yang ingin ditegaskan dalam acara itu. Pertama sebagai edukasi sejarah perjuangan bangsa khususnya terkait dengan nilai-nilai Pancasila. Kedua mengenang jasa-jasa dan mendoakan arwah proklamator Bung Karno.
"Ketiga merajut simpul-simpul masyarakat dan mengkonsolidasi partisipasi publik untuk penguatan gerakan-gerakan kebangsaan kedepan," katanya.
Pihaknya menggandeng warga sekitar untuk terlibat dalam kepanitiaan bersama. Ibu-bu RW 01 Kelurahan Klitren Kemantren Gondokusuman dilibatkan dalam pembuatan puluhan nasi tumpeng. Total nasi tumpeng yang dibuat sebanyak 54 buah sesuai angka tahun haul Bung Karno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026