Lulus dengan IPK 3,96, Dhea Ingin Kerja dan Kuliah S2 di Jepang
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Foto ilustrasi kawasan Denggung. /Dok. Harian Jogja.
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah orang ternyata memanfaatkan kawasan Lapangan Denggung Sleman sebagai aktivitas yang tidak sebagaimana mestinya. Beberapa pasangan terciduk Satpoll PP Sleman sedang indehoi di malam hari.
Dua pasang laki-laki dan perempuan diduga melakukan tindakan mesum di Lapangan Denggung, Jumat (21/6/2024). Ulah tak senonoh mereka dipergoki sekaligus ditegur oleh petugas Satpol PP Sleman.
BACA JUGA : Bupati Sleman Kustini Ingatkan Peran Orang Tua di Momen Perayaan Idul Adha
Kepala Satpol PP Sleman, Shavitri Nurmala mengakui adanya sejumlah pasangan memanfaatkan kawasan Lapangan Denggung tidak sebagaimana mestinya. Petugas memergoki dua pasangan beraktivitas mesum, Jumat (21/6/2024) malam. Salah satu pasangan itu di antaranya memiliki identitas laki-laki berusia 30 tahunan dan perempuan sekitar 40 tahun.
Satpol PP Sleman juga memberikan teguran kepada dua pasangan lainnya yang juga diduga hendak melakukan perbuatan mesum di lokasi yang sama. “Kalau yang dua pasangan lainnya itu, umurnya sekitar 20 tahun,” ucap Evi, sapaan akrab Shavitri, Sabtu.
Petugas menegus dua pasangan yang diduga melakukan aktivitas tak senonoh di lokasi yang berbeda, tepatnya di area gazebo barat Lapangan Denggung, sedangkan pasangan muda-mudi ditegur saat melakukan aktivitas di area Ruang Bermain Anak sisi timur.
“Tim kami juga peneguran bagi dua orang muda mudi, usia sekitar 20 tahunan untuk menggunakan fasilitas umum untuk hal-hal yang wajar," katanya.
BACA JUGA : Stoom Terguling dari Truk Pengangkut di Simpang Empat Denggung, Tak Ada Korban Jiwa
Evi mengapresiasi masyarakat yang melapor bila terjadi kejadian tersebut. Selain itu berharap kepada masyarakat untuk terus melaporkan jika mengetahui tindakan-tindakan tak semestinya yang dilakukan di tempat umum. Satpol PP yang berjaga selama 24 jam akan menegur dan mengedukasi masyarakat.
"Jadi sebetulnya kalau ada laporan itu malah bagus. Jadi kita bisa edukasi bisa terpantau. Kalau misalnya ada aktivitas terus enggak lapor itu malah susah juga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Polri menjelaskan alasan mutasi 88 pati dan pamen setelah Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri sebagai bagian dari percepatan organisasi.
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-21. Sebanyak 188 korban dievakuasi, sementara 55 korban masih dalam pencarian.