Malaysia Bidik Pasar Wisata Medis Indonesia
MHX Jogja 2026 merupakan bagian dari strategi MHTC untuk mendekatkan ekosistem layanan kesehatan Malaysia kepada masyarakat Indonesia.
Foto Ilustrasi antrean PPDB. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN/SMKN hari pertama di DIY secara umum diklaim berjalan dengan lancar. Namun beberapa orang tua masih ada yang kebingungan soal penentuan pilihan lantaran nilai calon murid terlalu mepet dengan nilai terendah tahun sebelumnya.
Mulai Senin 24 Juni sampai Selasa 25 Juni 2024 pendaftaran dan seleksi PPDB SMAN/SMKN jalur Zonasi Radius, Afirmasi dan Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali mulai dilaksanakan secara daring di laman ppdb.jogjaprov.go.id. Pendaftaran dibuka sejak pukul 08.00 WIB dan ditutup pada 25 Juni 2024 besok pukul 16.00 WIB.
Kepala Sekolah SMAN 10 Jogja Sri Moerni mengatakan, pelaksanaan PPDB di sekolahnya pada hari pertama ini berjalan relatif lancar dan tidak ada kendala yang signifikan. Hanya saja masih ditemui beberapa orang tua yang bingung dalam menentukan pilihan akibat nilai calon murid terlalu mepet.
"Bingung dalam menentukan pilihan karena nilai mepet, tapi kami sudah buka posko di lantai satu semuanya dilayani dan dibantu informasi semua," katanya.
Sri mencontohkan, misalnya ada murid yang punya nilai gabungan 236,52 atau 241,27 dan 229,53. Orang tua murid menilai angka itu terlalu mepet untuk diterima di SMAN 10 Jogja, sehingga harus benar-benar cermat dalam menentukan pilihan sekolah.
BACA JUGA: Selebritas Gencar Promosi Judi Online, Bareskrim Polri Akui Kesulitan Menindak
"Untuk minimal nilai di SMAN 10 kan belum masuk semua datanya, kalau semua sudah masuk baru akan terlihat," jelasnya.
Sedangkan untuk mengantisipasi gangguan jaringan dan kendala teknis lainnya pada pelaksanaan PPDB, sekolah ini telah memasang komputer seri terbaru dan terus memantau jaringan listrik dan internet dalam kondisi yang stabil. "Semua sumber daya sekolah kami berdayakan agar berlangsung lancar," katanya.
Kepala Dikpora DIY Didik Wardaya memastikan tidak ada kendala server yang terjadi pada pelaksanaan PPDB hari pertama ini. Hanya saja masih ada orang tua murid yang mendatangi Kantor Dikpora lantaran tiba-tiba ingin mengganti pilihan sekolah dari SMA ke SMK.
"Kalau SMK di jurusan tertentu kan harus ada surat keterangan bebas buta warna, nah itu belum diuanggah sehingga harus ditambah lagi syaratnya di aplikasi," kata Didik.
Didik memastikan selama proses pelaksanaan PPDB pihaknya telah meminta kepada Diskominfo setempat agar mendukung penuh. "Kami akan pantau terus dan sudah minta dukungan Diskominfo agar optimal dan semuanya berjalan dengan lancar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MHX Jogja 2026 merupakan bagian dari strategi MHTC untuk mendekatkan ekosistem layanan kesehatan Malaysia kepada masyarakat Indonesia.
GPS Si Bulan memudahkan orang tua memantau posisi bus sekolah. Penumpang layanan ini juga meningkat sepanjang Juli 2026.
Google rilis Gemini Omni 1.1 Flash dengan peningkatan besar: video AI 4K, durasi hingga 40 detik, dan fitur first-and-last-frame. Tersedia di API, Flow, dan ter
Gal Gadot memastikan tak kembali sebagai Wonder Woman di DCU baru. Simak perjalanan Gadot sebagai Diana Prince dan rencana DC Studios.
Polri menetapkan 89 tersangka kasus karhutla dari 189 laporan polisi. Penyidik juga menelusuri kemungkinan keterlibatan korporasi.
Empat mobil pick up untuk usaha 2026, dari Gran Max hingga Isuzu Traga. Simak harga, spesifikasi, kapasitas bak, dan kegunaannya.