Dinkes Jogja Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus pada 2026
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus
Foto ilustrasi elektrifikasi pertanian - Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat ada 3.000 titik pengairan pertanian menggunakan sistem elektrifikasi. DKPP Bantul menilai penggunaan elektrifikasi pada pertanian akan menghemat biaya operasional pertanian.
“[Elektrifikasi] sudah ratusan hektare. [Elektrifikasi] Menghemat biaya pengairan dibandingkan dengan [pompa dengan bahan bakar] BBM, [lebih hemat] sekitar 70%,” ujar Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, Senin (24/6/2024).
Dia menyampaikan perairan lahan pertanian dengan elektrifikasi digunakan untuk tanaman pangan dan hortikultura. Dia menuturkan elektrifikasi di tanaman hortikultura pun telah menjangkau seluruh lahan pasir di pantai selatan.
Saat ini hampir di seluruh kapanewon di Bantul telah menggunakan elektrifikasi. Beberapa daerah dengan lahan persawahan yang luas yang diairi dengan elektrifikasi antara lain Imogiri, Kretek, Sanden, Srandakan, dan Pajangan.
BACA JUGA: PPDB SD, Bantul Kelebihan Daya Tampung sebanyak 3.994 Siswa
Panewu Imogiri, Slamet Santosa menyampaikan lahan pertanian di Imogiri sering mengalami kesulitan air terutama daerah perbukitan. Dia menilai dengan elektrifikasi, petani menjadi lebih mudah mencari sumber air bagi lahan pertaniannya.
“Sumber air tanah ada yang berasal dari sumur dalam dan dangkal yang disedot pompa dengan elektrifikasi, dulu [bahan bakar] dengan BBM dan solar, sekarang pompa pakai energi listrik,” ujarnya.
Dia menuturkan di wilayah Imogiri lahan pertanian yang menggunakan elektrifikasi ada di Srunggo, Selopamioro, sekitar 15 hektar; Wunut, Sriharjo sekitar 15 hektar dan Nawungan, Selopamioro sekitar 50 hektare. Sementara beberapa lahan di daerah lain berangsur mengikuti inovasi tersebut lantaran dinilai mampu menghemat bahan bakar pompa air.
Dia menuturkan pengairan dengan elektrifikasi dinilai mampu memenuhi kebutuhan air petani. Saat ini beberapa lahan pertanian di perbukitan pun airnya tercukupi lantaran dibantu dengan pompa sumur dalam. Di lahan perbukitan pun saat ini dapat ditanami bawang merah.
“Harapannya petani akan mendapatkan air yang cukup dan stabil, produktivitas dan kesejahteraan petani meningkat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Kehadiran BNI dalam acara ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan layanan perbankan digital yang mudah diakses sekaligus relevan.
Refleksi 20 tahun gempa Bantul, Bupati Abdul Halim Muslih dorong penambahan sistem peringatan dini dan inovasi mitigasi bencana untuk masa depan lebih tangguh.