Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Anak-anak dari Komunitas Baca Ataria saat bermain games untuk pemilahan sampah di Bank Sampah Go-Green di Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Rabu (26/6/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Proses pengolahan sampah jadi BBM di Bank Sampah Go-Green di Padukuhan Cupuwatu II, Purwomartani, Kalasan jadi wisata edukasi. Pasalnya, banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga desa untuk berlajar cara pengolahan sampah.
Pendiri Bank Sampah Go-Green, Supriyani Wulandari mengatakan, keberadaan mesin pirolisis untuk mengolah sampah menjadi BBM menjadi daya tarik tersendiri di Bank Sampah Go-Green. Pasalnya, sarana ini belum ada di wilayah lain di DIY.
“Jadi banyak yang datang untuk belajar cara pengolahan sampah di sini,” kata Dhani, sapaan akrabnya, Rabu (26/6/2024).
Dia menjelaskan, kunjungan tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa atau orang dewasa. Pasalnya, pada Rabu pagi ada puluhan anak dari komunitas Rumah Baca Ataria hadir untuk melihat cara pengolahan sampah.
“Untuk kalangan anak-anak [SD] ini baru pertama kali. Kami menyambut baik karena jadi bagian wisata edukasi dalam mengurai persoalan sampah di DIY,” katanya.
Ia menjelaskan, selama kunjungan berlangsung, anak-anak diberikan pemahaman tentang tata cara pengolahan sampah yang baik dengan benar. Selain diperlihatkan tentang mesin pirolisis untuk mengolah sampah plastik jadi BBM, juga diajari untuk melakukan pemilahan sampah sesuai kateogrinya.
“Jadi pemilahan ini penting, meski kesannya terlihat sepele. Sebab, dengan memilah maka sampah bisa dikurangi karena ada yang bisa dimanfaatkan lagi,” katanya.
Pendiri Rumah Baca Ataria, Mita Hapsari mengatakan, tujuan mengajak 25 anak ke Bank Sampah Go-Green di Kalurahan Purwomartani menjadi bagian untuk mengisi liburan sekolah. Hal ini dilakukan agar ada pengalaman yang positif selama libur berlangsung.
“Ini jadi satu rangkaian selama liburan. Sebab, kegiatan tidak hanya ke sini [Bank Sampah Go-Green] tapia da kegiatan lain juga berkaitan dengan pengolahan sampah,” katanya.
Menurut dia, pengenalan tentang pengolahan sampah sejak dini sangat diperlukan. Terlebih lagi, sambung Mita, kondisi saat ini sampah menjadi persoalan yang belum terselesaikan dan cenderung masih jadi masalah. “Tidak hanya diberikan wawasan untuk belajar, tapia nak-anak diharapkan bisa mengaplikasikannya di rumah masing-masing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.