Kasus GMS Bantul, 31 Saksi Diperiksa, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo (kanan) menyuapi seorang anak saat peluncuran Rumah Pangan B2SA di Margomulyo, Seyegan, Kamis (27/6). Istimewa/Dokumen Setda Sleman
Harianjogja.com, JOGJA—Untuk membantu meningkatkan gizi masyarakat dan menekan angka stunting, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman meluncurkan Rumah Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) di Kalurahan Margomulyo, Seyegan.
Penjabat Kepala DP3 Sleman, Suparmono, mengatakan implementasi kegiatan Rumah Pangan B2SA di antaranya mencakup penyusunan dan pengolahan menu pangan. Menu pangan B2SA akan disusun dengan potensi lokal untuk selanjutnya dibagikan kepada sasaran program. Masyarakat yang disasar dalam program ini meliputi ibu hamil dan anak yang terindentifikasi gizi buruk dan gizi kurang.
Kegiatan Rumah Pangan B2SA melibatkan TP PKK Kalurahan Margomulyo. Untuk menunjang program tersebut, diberikan bantuan alat pengolahan pangan kepada Tim Penggerak PKK Kalurahan Margomulyo. "Dalam pelaksanaannya, TP PKK membantu menyusun dan mengolah makanan beragam dan bergizi seminggu tiga kali yang diberikan kepada penerima manfaat," kata Suparmono, Kamis (27/6/2024).
BACA JUGA: PPDB SMA, Ini Daftar Nilai Terendah dan Tertinggi di Jogja
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menerangkan Rumah Pangan B2SA merupakan program Badan Pangan Nasional untuk menerapkan pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman. Program ini diproyeksikan untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.
"Keberadaan program B2SA di Kalurahan Margomulyo ini tentu menjadi kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh edukasi dan makanan tambahan untuk memperbaiki kondisi gizinya," kata Kustini.
Menjadi salah satu daerah yang mendapatkan alokasi kegiatan Rumah Pangan B2SA di 2024, Kustini berharap program ini dapat membantu Pemkab Sleman dalam meningkatkan status gizi masyarakat, termasuk membantu pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Muhaimin dorong pemerintah buka akses global bagi industri kreatif, bukan sekadar program, demi ekosistem berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memborong enam penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026.
Raperda toko swalayan Bantul kembali dibahas, fokus atur jarak, izin, dan perlindungan UMKM agar usaha tetap seimbang.
Rupiah stagnan di Rp17.995 per dolar AS, berpotensi melemah dipicu sentimen global dan rilis notulen The Fed.
Harga emas Pegadaian terbaru, Galeri24 naik ke Rp2.653.000 per gram, UBS menguat, Antam stagnan.