Reys Mediterranean Kitchen Buka di Jogja dengan Konsep Penuh Warna
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Proyek pembangunan atau pengaspalan jalan di ruas Jalan Caturharjo - Bambanglipuro yang melintasi empat pedukuhan di dua kecamatan wilayah Bantul. - Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL–Anggota Dewan perwakilan Rakyat (DPRD) meminta Pemkab Bantul mengawasi proyek perbaikan jalan rusak. Berdasarkan catatan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul masih ada sekitar 400 kilometer jalan yang tidak mantap di Bantul. Sementara jalan yang kondisinya sudah mantap sekitar 700 kilometer.
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPKP Bantul, Eka Budisantoso menyampaikan anggaran yang terbatas menjadi kendala dalam penanganan jalan yang kondisinya tidak mantap tersebut.
“Tahun ini anggaran yang untuk perbaikan jalan sekitar Rp50 miliar, dari total anggaran yang didapat DPUPKP Bantul Rp70 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD. Itu (Dana yang didapat DPUPKP Bantul) sudah termasuk untuk perbaikan jalan, drainase dan talut,” ujarnya, Jumat (28/6/2024).
Anggota Komisi C DPRD Bantul, Arni Tyas Palupi menyampaikan masih banyak jalan dan infrastruktur pendukungnya yang harus perbaiki. Arni mengaku anggaran yang dimiliki Pemkab Bantul untuk peningkatan jalan serta infrastruktur pendukung jalan masih terbatas, sehingga beberapa jalan masih rusak.
BACA JUGA: Kepala Desa di Brebes Korupsi Dana Desa untuk Main Judi Online
“Bagaimanapun juga dana kami dari aspirasi, maupun [dana APBD] yang ada di Pemda Bantul terbatas, sedangkan beberapa jalan yang sudah diperbaiki, masyarakatnya kurang aware untuk memeliharanya,” ujarnya.
Meski begitu, menurut Arni, Pemkab Bantul perlu mengoptimalkan pengawasan terhadap pelaksana perbaikan jalan, sehingga kualitas jalan yang diberikan tersebut dapat sesuai kualifikasi ketika telah rampung diperbaiki. “Saya juga bingung jalan sudah dialokasikan dana, jalan sudah jebol lagi,” ujarnya.
Dia mengaku telah beberapa kali melakukan pengawasan lapangan terhadap beberapa proyek pekerjaan jalan. Menurut Arni, Pemkab Bantul perlu mengambil peran untuk turut lebih aktif mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut agar dapat kualitas jalan yang diperbaiki sesuai.
“Dari kualitas kami sebagai fungsi pengawas sudah melakukan sidak di jalan, tetapi karena ini program pelaksanaan di lapangan berupa lelang, kami juga kurang bisa ikut andil untuk memberikan punishment terhadap pelaksana yang kurang bagus di lapangan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
petugas mengamankan seorang pria berinisial MAR, warga Magelang, yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika.