Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Ilustrasi server internet - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Serangan siber Pusat Data Nasional (PDN) yang berdampak pada hilangnya data ribuan mahasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dirasakan beberapa kampus. UGM dan UNY pun masih menunggu arahan Kemendikbudristek untuk mengambil langkah selanjutnya.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) UGM, Desi Yulianti, menjelaskan pencairan IKP tetap bisa dilakukan, pada September mendatang. “Pencairan masih September. Siklusnya Maret dan September jadi relatif dari sisi waktu masih bisa,” ujanrya, Selasa (2/7/024).
BACA JUGA: KPK Bantah Seleksi Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas Sepi Peminat
Untuk mahasiswa baru, data KIP yang masuk melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sudah terinput. “Kemudian yang SNBT [Seleksi Nasional Berbasis Tes] UGM sudah ada datanya juga. Hanya memang kami belum bisa mensingkronkan yang di KIP,” kata dia.
Sebagai antisipasi, mahasiswa KIP jalur SNBT akan mengklaim jika mereka sudah memiliki KIP. UGM telah memiliki sistem informasi untuk data ini yakni Simaster UGM. “Semua data mahasiswa diunggah di situ. Jadi sudah ada back up di Simaster UGM,” ungkapnya.
Namun yang menjadi permasalahan adalah pada mahasiswa baru yang belum memiliki KIP tapi sebenarnya layak mendapatkan, belum bisa mendapatkannya. “Waktu SMA belum punya KIP, tapi layak itu kan ada kesempatan asal masuk kriterianya. Nah itu belum bisa mendaftar karena sistemnya down,” paparnya.
Pihak kampus pun masih menunggu arahan dari pihak Kemendikbudristek untuk langkah selanjutnya. “Dari kami antisipasinya seperti itu, tapi kami tetap menunggu arahan dari Kementerian. Secara umum SNBP yang sudah aman datanya, tapi masih kami seleksi.
Sementara itu, Direktur Akademik Dan Kemahasiswaan UNY Guntur, mengatakan pihaknya baru akan berkoordinasi dengan Kemndikbudristek terkait persoalan ini. “Jadi sementara saya belum bisa memberikan statmen ya, nanti kami kabari jika sudah ada hasilnya,” katanya.
*Note: Desi minta agar jangan dipelintir
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Nepal perketat syarat pendakian Everest: wajib pengalaman mendaki gunung di Nepal dan sertifikat medis. Simak usulan aturan baru dalam RUU Pariwisata!
China mulai produksi massal mesin litografi DUV sendiri untuk chip canggih. Ini langkah mandiri di tengah pembatasan ekspor AS dan Eropa.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian turun pada Rabu 29 Juli 2026. Emas Antam 1 gram kini dijual Rp2,718 juta, simak daftar harga lengkapnya.
29 Juli: Hari Bakti TNI AU untuk mengenang tiga pahlawan udara, dan Hari Harimau Sedunia untuk konservasi spesies kunci. Simak sejarahnya!
Ban gundul bukan hanya soal potensi pelanggaran lalu lintas. Kondisi ban yang aus dapat meningkatkan risiko tergelincir, memperpanjang jarak pengereman, hingga