Mahasiswa Jerman Siapkan Demo, Tolak Wajib Militer dan Penghematan
Kelompok muda Jerman Gen Z Regelt menyiapkan demo 31 Oktober dan menuntut pendidikan, perlindungan iklim, serta penolakan wajib militer.
Kawasan Wisata Gardu Pandang Merapi - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Gunung Merapi mengeluarkan gempa guguran sebanyak 14 kali pada Jumat (5/7/2024). Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mulai pukul 00.00-06.00 WIB.
Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso dalam keterangan di Jogja, menyebutkan 14 gempa guguran itu memiliki amplitudo 3-35 mm dan berlangsung 16.7-203.5 detik.
Selain gempa guguran, Gunung Merapi juga mengalami tujuh kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-14 mm selama 5-8 detik dan enam gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 19-80 mm selama 7.3-10.8 detik.
BPPTKG juga mengamati satu kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter.
Berdasarkan pengamatan visual, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 10-20 meter di atas puncak kawah Merapi.
Cuaca di gunung itu cerah. Angin bertiup ke arah utara. Suhu udara 18-19 derajat Celsius dengan kelembaban udara 80-94,8 persen, dan tekanan udara 768.2-918.3 mmHg.
BACA JUGA: Buang Sampah di Depo Diatur, Ada Hari Khusus Sampah Kering dan Basah
Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
Potensi bahaya dari guguran lava dan awan panas guguran bisa berdampak ke Kali Woro hingga sejauh tiga kilometer dari puncak dan Kali Gendol hingga sejauh lima kilometer dari puncak.
Selain itu, katanya, guguran lava dan awan panas guguran bisa berdampak ke Kali Boyong hingga sejauh lima kilometer dari puncak serta Kali Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh tujuh kilometer dari puncak.
Jika terjadi erupsi eksplosif, ujarnya, maka lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kelompok muda Jerman Gen Z Regelt menyiapkan demo 31 Oktober dan menuntut pendidikan, perlindungan iklim, serta penolakan wajib militer.
Kapolri dan Mendes PDT memperkuat kerja sama memberantas narkoba di desa melalui Desa Bersinar serta menyiapkan program Poliran.
Hujan mulai mengguyur Kulon Progo. BPBD mengingatkan warga mewaspadai pohon tumbang, genangan, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Kejagung melelang 209.081,97 ton batu bara sitaan kasus Samin Tan senilai Rp264,08 miliar. Satu peserta dinyatakan sebagai pemenang.
PSIM Jogja mengajukan banding atas sanksi 10 pertandingan Mauro Caballero terkait dugaan rasisme terhadap pemain Bhayangkara FC.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di Practice MotoGP Malaysia 2026 meski terjatuh. Jorge Martin harus memulai kualifikasi dari Q1.