Nyeri Haid Bikin Tak Bisa Bergerak? Ini 8 Cara Alami Meredakannya
Nyeri haid sering mengganggu aktivitas? Simak 8 cara alami meredakan kram menstruasi tanpa selalu bergantung pada obat pereda nyeri.
Foto lokasi proyek ITF Bawuran. /Harian Jogja-Jumali.
Harianjogja.com, BANTUL—Keinginan Perumda Aneka Dharma mendapatkan penyertaan modal senilai Rp2 miliar pada APBD Perubahan 2024 terancam sulit terealisasi.
Pasalnya, Komisi B DPRD Bantul yang membidangi Perumda menyatakan menolak memberikan penyertaan modal untuk Aneka Dharma. Padahal, penyertaan modal dibutuhkan oleh Perumda Aneka Dharma untuk menyelesaikan pembangunan ITF Bawuran yang saat ini mandek karena krisis keuangan.
Anggota Komisi B dari Fraksi PKB Mahmudin mengatakan, rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD 2024 telah digelar. Dalam rapat tersebut, Komisi B telah menyatakan jika penyertaan modal senilai Rp2 miliar yang diminta oleh Aneka Dharma sulit direalisasikan pada APBD Perubahan 2024.
BACA JUGA : Pembangunan ITF Bawuran Mandek, Aneka Dharma: Ada Kendala Pendanaan
"Dari hasil pembahasan yang kami lakukan, kami tidak memberikan penyertaan modal untuk Aneka Dharma," kata Mahmudin, Selasa (9/7/2024).
Alasannya, Mahmudin mengungkapkan, konsep dari pembangunan ITF Bawuran adalah bisnis pengolahan sampah. Sementara, sampah yang dikelola oleh ITF Bawuran lebih banyak untuk pengelolaan sampah dari Kota Jogja.
"Berbeda jika ini untuk penanganan sampah Kabupaten Bantul. Untuk itu, kami belum akan memberikan penyertaan modal di APBD perubahan," lanjut Mahmudin.
Menurut Mahmudin, pada 2024, DPRD Bantul belum memberikan penyertaan modal untuk Aneka Dharma. Hal itu dikarenakan pada saat penyampaian KUA dan PPAS APBD 2024 tidak dimunculkan terkait penyertaan modal untuk Aneka Dharma.
"Nah, di penyampaian KUA PPAS APBD Perubahan 2024 ini dimunculkan. Tapi, kami tetap tidak akan menganggarkan. Ini hasil pembahasan di komisi kemarin," katanya
Terpisah, Sekda Bantul Agus Budi Raharja mengatakan, jika proses pembahasan mengenai penyertaan modal untuk Aneka Dharma masih terus berjalan. "Kami tunggu prosesnya saja, nanti," katanya.
Terkait dengan upaya dari Pemkab Bantul untuk mencarikan investor yang bisa diajak untuk menyelesaikan pembangunan ITF, Agus mengaku sejauh ini sudah banyak upaya dilakukan oleh Pemkab Bantul. Akan tetapi, Aneka Dharma adalah Perumda yang harus berusaha untuk mencari investor untuk menyelesaikan pembangunan ITF Bawuran.
BACA JUGA : Pembangunan ITF Bawuran Mandek, Sekda: Belum Dapat Laporan dari Aneka Dharma
"Sudah beberapa kali kok mereka ketemu dengan vendor. Untuk itu saya optimistis pembangunan ITF akan selesai. Apalagi Ngarso Dalem juga optimistis jika pembangunan ITF akan selesai," ungkap Agus.
Hal sama juga diungkapkan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengaku optimistis pembangunan ITF Bawuran akan selesai. Ia menilai pembangunan ITF Bawuran saat ini tidak berhenti. "Kalau mandek enggak. pasti akan selesai. Karena kebutuhannya cukup besar," ucap Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nyeri haid sering mengganggu aktivitas? Simak 8 cara alami meredakan kram menstruasi tanpa selalu bergantung pada obat pereda nyeri.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.