Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat melantik Ni Made Dwipanti Indrayanti sebagai Kepala Bappeda DIY, Rabu (10/7/2024)
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Ni Made Dwipanti Indrayanti sebagai Kepala Bappeda DIY, Rabu (10/7/2024). Ni Made yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dishub DIY itu kini mengisi jabatan Kepala Bappeda yang telah kosong selama setahun lebih.
Sultan mengatakan, seiring meningkatnya kompleksitas tantangan masa kini, ekspektasi terhadap Bappeda juga semakin tinggi, karena kinerjanya kerap menjadi indikator sukses atau tidaknya proses pembangunan.
"Bappeda memikul tanggung jawab besar dalam menyusun dan melaksanakan perencanaan pembangunan daerah. Lebih dari itu, Bappeda juga bertugas mengendalikan, memantau, dan mengevaluasi setiap langkah pelaksanaan perencanaan tersebut," kata Sultan.
Tidak cukup sampai di situ, Bappeda juga mengemban tugas vital dalam penelitian dan pengembangan, memastikan bahwa setiap strategi yang diterapkan didasarkan pada kajian yang mendalam dan inovatif.
Sultan meminta kepada pejabat yang baru dilantik untuk mencermati beberapa hal penting yakni harmonisasi perencanaan, terutama dalam basis keistimewaan dan non keistimewaan, penguatan kapasitas pemberdayaan penelitian perencanaan, mengingat potensi transformasi Bappeda menjadi Bapperinda (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah).
"Serta penguatan fungsi evaluasi pembangunan terutama untuk memberikan input perencanaan, serta meningkatkan koordinasi dan penyelarasan antara perencanaan dan penganggaran. Kemudian juga mempertahankan dan meningkatkan capaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)," katanya.
BACA JUGA: Momen Sultan Jogja Baca Puisi di Peringatan 40 Hari Wafatnya Joko Pinurbo
Sementara Ni Made menyatakan, langkah pertama yang akan dilaksanakannya dalam waktu dekat adalah menguatkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). "Karena kebetulan RPJPD kita ini agak spesial top down dari RJPN, jadi rencana-rencan pembangunan jangka panjang nasional banyak indikator yang diserap," katanya.
Dia menyebut, nantinya RPJPD itu akan coba diturunkan menjadi program yang lebih terinci. Pihaknya tidak ingin dokumen tersebut hanya jadi tumpukan kertas semata tanpa berdampak bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. "Karena apapun itu pastinya tidak sekadar tulisan dalam perencanaan itu kan harus diimplementasikan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.