Pemkab Sleman Jamin Pengobatan 6 Korban Tembok Sekolah Ambruk
Pemkab Sleman menjamin biaya pengobatan enam korban tembok sekolah ambruk. Pembiayaan menggunakan JPS hingga Bapel Jamkesos.
Seorang warga nekat menyeberangi jembatan crossway di Padukuhan Kedungwanglu, Kalurahan Banyusoco, Playen, Gunungkidul yang tenggelam akibat banjir, Jumat (19/1/2024). - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan jembatan crossway di Padukuhan Kedungwanglu, Kalurahan Banyusoco, Playen, Gunungkidul belum bisa terealisasi. Jembatan yang menjadi tumpuan akses warga ini telah putus akibat banjir sejak Januari 2024.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Tri Murtoposidi mengatakan anggaran pembangunan jembatan ini akan menggunakan dana keistimewaan (danais).
Dia memperkirakan perubahan danais dapat masuk dan ditetapkan pertengahan bulan Juli 2024.
Tri berharap pembangunan jembatan ini dapat segera dimulai, sehingga akhir tahun dapat digunakan. Dia memperkirakan anggaran perencanaan, pengawasan, konstruksi, dan penunjang menyedot danais hingga Rp7 miliar.
Adapun bentang jembatan hingga 40 meter dan lebar lima meter.
“Masih ada waktu sekurang-kurangnya empat bulan untuk masa konstruksi,” kata Tri dihubungi, Rabu, (10/7/2024).
Pembangunan jembatan crossway ini memakan tanah warga atau sertifikat hak milik (SHM). Ada empat warga telah bersedia untuk menghibahkan tanah untuk pembangunan jembatan ini.
Dukuh Kedungwanglu, Burhan Tholib mengatakan ada total enam warga yang bersedia menghibahkan tanah untuk pembangunan jembatan cross way ini. Pihaknya masih belum menghubungi warga yang tanahnya berpotensi terdampak pembangunan.
“Belum semua pihak kami hubungi terkait dengan tanah. Kalau nanti ada yang mau menghibahkan nanti saya masukkan catatan. Tidak ada yang minta ganti rugi sampai saat ini,” kata Burhan.
BACA JUGA: PAD Sektor Pariwisata Sleman Capai Rp151 Miliar hingga Juni 2024
Adapun sosialisasi resmi dari Pemerintah Provinsi dan kabupaten belum ada. Hanya, Pemerintah Kalurahan Banyusoco dan padukuhan telah melakukan sosialisasi bersama tokoh masyarakat.
“Ada sekitar 1.000 meter persegi lahan yang dihibahkan dari enam orang itu. Jembatan ini nanti menurut infonya memiliki tinggi delapan meter dari dasar sungai,” katanya.
Pembangunan jembatan ini mendesak untuk dilakukan. Pasalnya, apabila hujan deras dalam durasi tertentu dapat menenggelamkan jembatan.
Pada Januari 2024, ada lima RT yang meliputi RT 3, 4, 5, 6, dan 7 di Padukuhan Kedungwanglu, Banyusoco terisolasi karena Sungai Prambutan meluap dan menenggelamkan jembatan crossway.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menjamin biaya pengobatan enam korban tembok sekolah ambruk. Pembiayaan menggunakan JPS hingga Bapel Jamkesos.
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun ke Bareskrim Polri terkait video AI deepfake yang menarasikan warung desa akan ditutup.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.