Omzet IKM Kota Jogja Tembus Rp4.018 Triliun, Serap 40.905 Pekerja
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Ilustrasi perundungan./Pixabay-Wokandapix
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) harus bebas dari perundungan atau bullying. Ada sanksi bagi sekolah yang terjadi perundungan selama MPLS.
Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan perundungan akan sangat menentukan perkembangan kepribadian anak. Dampaknya akan dirasakan hingga dewasa. Sebab itu, pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin di lingkungan sekolah.
Di masa MPLS, Disdik akan mengarahkan pengawas/ pembina sekolah di tiap jenjangnya. Apabila ada perundungan oleh sesama pelajar, Disdik akan menangananinya bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA), puskesmas, psikolog, dan pihak yang berkompeten.
“Memang poin-poin terkait perundungan di SE pertimbangannya karena ada kasus perundungan yang sebelumnya. Karena itu, kami mengantisipasi agar tidak terjadi lagi,” kata Nunuk dihubungi, Rabu, (10/7).
Pemantauan kasus perundungan juga dilakukan tidak hanya saat MPLS. Setiap bulan sekolah perlu melaporkan situasi lingkungan sekolah.
Di kembali menegaskan MPLS sangat penting, utamanya bagi anak-anak yang pertama kali masuk di lingkungan baru.
“Sekolah kan rumah kedua untuk anak-anak. Agar mereka merasa nyaman dan aman,” katanya.
BACA JUGA: Cegah Kekerasan saat MPLS, Disdikpora Bantul Minta TPPK Optimalkan Pengawasan
Lebih jauh, Disdik juga telah mengunjungi sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi perihal peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain IQ, sekolah juga perlu mengolah moral anak dan kesehatan.
“Siswa perlu membawa air putih dan sekolah juga perlu menyediakan air putih. Ada kan minuman instan tidak sehat,” ucapnya.
Disdik juga sudah menerbitkan surat edaran (SE) perihal pelaksanaan hari-hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2024/2025.
Sekretaris Disdik Gunungkidul, Agus Subariyanta menyampaikan gangguan mental yang berhilir kepada perilaku negatif merupakan salah satu dampak dari perundungan. “Siswa juga bisa mengalami penurunan prestasi,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Administrasi Risto Vidakovic belum rampung. Guntur Cahyo Utomo masih memimpin PSIM saat menjamu Dewa United di Stadion Sultan Agung.
Kapolri menegaskan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal dengan tiga personel Polri sebagai tersangka murni proses penegakan hukum.
KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita memimpin pemakaman Kapten Nurhafiz di Semarang setelah gugur dalam kecelakaan heli MI-17 saat operasi karhutla.
Ekonomi DIY tumbuh 5,79% secara tahunan pada triwulan III 2026. Sektor akomodasi dan makan minum menjadi salah satu pendorong utama.
Petani di Saptosari, Gunungkidul, resah karena kawanan monyet ekor panjang merusak tanaman saat musim tanam baru dimulai.