Cabai Rawit Jadi Primadona Hortikultura Sleman pada Semester I 2026
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
Ilustrasi perundungan./Pixabay-Wokandapix
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) harus bebas dari perundungan atau bullying. Ada sanksi bagi sekolah yang terjadi perundungan selama MPLS.
Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan perundungan akan sangat menentukan perkembangan kepribadian anak. Dampaknya akan dirasakan hingga dewasa. Sebab itu, pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin di lingkungan sekolah.
Di masa MPLS, Disdik akan mengarahkan pengawas/ pembina sekolah di tiap jenjangnya. Apabila ada perundungan oleh sesama pelajar, Disdik akan menangananinya bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA), puskesmas, psikolog, dan pihak yang berkompeten.
“Memang poin-poin terkait perundungan di SE pertimbangannya karena ada kasus perundungan yang sebelumnya. Karena itu, kami mengantisipasi agar tidak terjadi lagi,” kata Nunuk dihubungi, Rabu, (10/7).
Pemantauan kasus perundungan juga dilakukan tidak hanya saat MPLS. Setiap bulan sekolah perlu melaporkan situasi lingkungan sekolah.
Di kembali menegaskan MPLS sangat penting, utamanya bagi anak-anak yang pertama kali masuk di lingkungan baru.
“Sekolah kan rumah kedua untuk anak-anak. Agar mereka merasa nyaman dan aman,” katanya.
BACA JUGA: Cegah Kekerasan saat MPLS, Disdikpora Bantul Minta TPPK Optimalkan Pengawasan
Lebih jauh, Disdik juga telah mengunjungi sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi perihal peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain IQ, sekolah juga perlu mengolah moral anak dan kesehatan.
“Siswa perlu membawa air putih dan sekolah juga perlu menyediakan air putih. Ada kan minuman instan tidak sehat,” ucapnya.
Disdik juga sudah menerbitkan surat edaran (SE) perihal pelaksanaan hari-hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2024/2025.
Sekretaris Disdik Gunungkidul, Agus Subariyanta menyampaikan gangguan mental yang berhilir kepada perilaku negatif merupakan salah satu dampak dari perundungan. “Siswa juga bisa mengalami penurunan prestasi,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna