Sukma Lintang Wakili Indonesia di Asian Games 2026
Atlet panjat tebing DIY Sukma Lintang Cahyani resmi mewakili Indonesia di Asian Games 2026 Jepang. Ia akan bersaing di nomor lead melawan para pemanjat terbaik
Foto ilustrasi siswa SMA - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY melarang sekolah yang ada di wilayahnya menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan penggunaan atribut yang aneh.
Sesuai dengan sebutannya, MPLS merupakan kegiatan awal bagi murid baru di sekolah tertentu untuk mengenal sekolah mereka. Namun biasanya agenda ini dimanfaatkan dengan aksi perploncoan dan menugaskan murid baru membawa atribut aneh.
BACA JUGA: Disdik Gunungkidul Tegaskan Larangan Perundungan dalam MPLS
Kepala Dikpora DIY Didik Wardaya mengatakan, pihaknya telah mengimbau kepada sekolah bahwa MPLS dilaksanakan sesuai dengan tujuan utamanya tanpa kegiatan yang aneh dan aktivitas perploncoan, apalagi menyuruh murid baru membawa atribut aneh.
"Kegiatannya fokus pada pengenalan sekolah dan budaya lokal. Murid tidak diperkenankan membawa karung goni, atribut aneh, atau benda lainnya yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran," kata Didik, Jumat (12/7/2024).
Didik menyebut, sekolah harus mengisi kegiatan MPLS dengan aktivitas yang bermanfaat bagi murid baru. Maka penggunaan atribut yang berlebihan itu dilarang di sekolah agar MPLS diisi dengan aktivitas yang positif dan edukatif.
"Sskolah wajib menggelar MPLS dengan kegiatan yang bermanfaat bagi murid baru," katanya.
Dijelaskannya, MPLS di DIY tahun ini akan berlangsung selama lima hari. Selama MPLS, murid baru akan mengikuti berbagai kegiatan bermanfaat, seperti pengenalan program-program sekolah, sosialisasi tentang bahaya narkoba dan lalu lintas, pengenalan pendidikan khas Jogja dan pengenalan kegiatan kepramukaan.
BACA JUGA: Cegah Kekerasan saat MPLS, Disdikpora Bantul Minta TPPK Optimalkan Pengawasan
"Untuk pengenalan narkoba, sekolah dapat bekerja sama dengan BNN. Sedangkan untuk edukasi terkait disiplin berlalu lintas dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian," ujarnya.
Di sisi lain, Dikpora DIY juga akan memperkuat pendidikan karakter dan budaya lokal selama MPLS. Salah satu ciri khas pendidikan di DIY adalah pengenalan budaya lokal. Ini akan dimasukkan pihaknya ke dalam materi MPLS.
"Soal kegiatan kepramukaan, meskipun telah dihapus oleh Kemendikbudristek sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah tapi di DIY tetap wajib diikuti oleh siswa kelas 1, sedangkan untuk kelas 2 menjadi ekstrakulikuler pilihan," ungkapnya.
Didik juga mengimbau kepada sekolah-sekolah di DIY agar tidak melibatkan alumni dalam kegiatan MPLS. "Pelaksanaan MPLS akan dipantau oleh Disdikpora DIY dan kabupaten/kota. Saya pun akan mendatangi langsung satu atau dua sekolah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atlet panjat tebing DIY Sukma Lintang Cahyani resmi mewakili Indonesia di Asian Games 2026 Jepang. Ia akan bersaing di nomor lead melawan para pemanjat terbaik
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.