Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana pelatihan membatik dalam implementasi program P5 di SMPN 2 Pengasih, Senin (17/2/2025).
Harianjogja.com, KULONPROGO–Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dilakukan dengan berbagai cara di Kulonprogo salah satunya dengan pelatihan membatik seperti dilakukan SMPN 2 Pengasih. Pelatihan ini bertujuan mempraktikan kearifan lokal untuk membentuk karakter nilai budaya.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo mengapresiasi kegiatan pelatihan membatik tersebut. Lewat program ini terdapat penanaman nilai karakter inovatif, kerja sama, dan kreatif.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Nur Wahyudi menyebut program P5 ini penting untuk terus dikembangkan supaya generasi muda mampu mewarisi nilai-nilai yang ada. “Lewat program ini tidak hanya mendapat teori tapi bisa turut serta dalam memprakitaknya seperti membatik ini,” paparnya.
Wahyudi menjelaskan dengan pelatihan membatik ini siswa-siswa SMPN 2 Pengasih diajarkan secara langsung bagian dari tradisi. “Sehingga harapannya kecintaan mereka terhadap tanah air dengan kekayaan warisan budayanya makin kuat,” tuturnya.
Sementara Kepala SMPN 2 Pengasih, Subiyanto menerangkan pilihan sekolahnya dalam program P5 dengan membatik agar menguatkan karakter lokalnya. “Agar tahu budaya lokal termasuk mencintai dan menghargai serta bangga dengan budaya lokal termasuk batik ini,” ungkapnya.
Dalam pelatihan membatik ini siswa tidak sendirian mengerjakannya, jelas Subiyanto, melainkan dikerjakan secara berkelompok. “Kerja kelompok ini menguatkan semangat gotong royong dan kerja sama siswa yang sesuai dengan Pancasila juga,” ujarnya.
BACA JUGA: Sendratari Sugriwa Subali Meriahkan Panen Karya MTsN 4 Kulonprogo 2025
Lewat pelatihan membatik ini, lanjut Subiyanto, diharapkan muncul seniman batik dari generasi muda Kulonprogo. “Ini wadah kami terutama untuk siswa yang punya bakat seni, agar tidak hanya mencoret-coret saja tapi ada mediumnya,” katanya.
Subiyanto menyebut lewat kegiatan seperti ini siswanya dapat menyalurkan energinya dengan positif. “Program P5 ini tidak hanya membatik tapi harapannya menguatkan karakter unggul siswa seperti demokratis, cinta tanah air, gotong royong, dan menghargai warisan budaya,” tandasnya.
Siswa SMPN 2 Pengasih, Sabrina Angelina Suha menyebut baru kali itu mempraktikan membatik. “Motif batik yang dipraktikan tadi Banyu Sabrang, tadi dilatih teknisnya banyak termasuk cara menggambarnya sampai mengerikannya,” ucapnya.
Sabrina menyebut lewat pelatihan membatik ini dia dan teman-temannya juga berlatih kerja sama. “Karena harus bagi tugas satu sama lain sehingga harus kerja sama dan kompak,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ingin merencanakan kehamilan? Simak faktor penting seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup yang memengaruhi kesuburan.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Ribuan warga hadir dalam pengajian dan sholawatan HUT ke-110 Sleman. Bupati tekankan pembangunan spiritual dan kebersamaan.
Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Simak profil, kontrak, dan target The Blues di musim mendatang.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.