Wujudkan Agribisnis Pertanian Sleman, Bupati Dorong Petani untuk Melek Teknologi

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 16 Juli 2024 19:07 WIB
Wujudkan Agribisnis Pertanian Sleman, Bupati Dorong Petani untuk Melek Teknologi

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat menyerahkan hadiah kepada kelompok berprestasi Sleman di rumah dinas bupati. Selasa (16/7/2024)  Foto Istimewa Humas Pemkab Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mendorong petani agar bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk meningkatkan produktivitas di sektor pertanian.

Menurut Kustini, perkembangan teknologi di bidang pertanian tidak hanya melulu pada sektor penanaman seperti adanya mesin alat pertanian yang modern. Pasalnya, sektor pertanian tidak hanya berhenti pada saat produksi, tapi juga ada proses pemasaran yang kini berkembang dengan pesat.

BACA JUGA: Pemkab Bantul Dorong Peningkatan Produksi Pertanian dengan Penambahan Elektrifikasi

“Semua perkembangan teknologi harus dimanfaatkan mulai dari penanaman hingga pemasaran produk yang dihasilkan. Sekarang sudah ada teknologi yang modern, jadi harus bisa dimaksimalkan,” katanya dalam kegiatan Evaluasi Kelompk Tani Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2024 di Rumah Dinas Bupati, Selasa (17/7/2024).

Kustini juga menyambut baik evaluasi kelompok tani tingkat kabupaten. Diharapkan dengan kegiatan ini maka dapat meningkatkan keahlian para petani khususnya dalam upaya mewujudkan agribisnis di masyarakat.

“Kelompok tani bukan hanya lembaga sosial, tetapi juga berorientasi ke sektor agribisnis untuk memperkuat perekonomian Masyarakat,” katanya.

Selain memanfaatkan perkembangan teknologi, Kustini juga berharap kepada petani agar terus bisa berinovasi dalam upaya peningkatan kapasitas produksi yang dihaslikan. “Tentunya ini juga sebagai upaya memperkuat program ketahanan pangan di Masyarakat,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan, evaluasi kelompok tani sebagai upaya pembinaan dan pemberdayaan kelembagaan bagi petani.

Penilaian mengacu pada aspek manajemen teknis maupun administrasi mencakup kemampuan perencanaan, pengorganisasian, pelaporan program hingga pertanggungjawaban terhadap program yang dijalankan.

“Tujuannya sebagai kelas belajar, wahana kerja sama dalam upaya meningkatkan produksi. Jadi, evaluasi sangat penting untuk memperkuat sektor pertanian di Sleman,” kata Pram, sapaan akrabnya.

BACA JUGA: Heri Susanto Dinilai Paham Terkait Pertanian Gunungkidul

Dia menambahkan, berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan ada beberapa kelompok yang ditetapkan sebagai pemenang. Pemenang meliputi tiga kategori kelompk tani kelas pemula, kelas lanjut dan kelas madya.

“Pemenang pertama berhak atas uang pembinaan Rp6,5 juta, juara kedua Rp5 juta dan ketiga memeroleh Rp4 juta,” katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online