650 Orang Berebut Posisi Volunteer MIF 2026 di Mandalika
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada 2024 di Kota Jogja ditargetkan rampung hari Rabu ini (17/7).
"Kami menargetkan hari ini sudah bisa mencapai 100 persen," kata Kepala Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja Zuhad Najamuddin di Jogja, Rabu.
Dia mengatakan proses coklit di tiga kemantren di Kota Jogja sudah mencapai 100 persen, sedangkan untuk 11 kecamatan lainnya rata-rata mencapai 97,5%.
Meski batas waktu coklit masih berlangsung hingga 24 Juli 2024, Zuhad berharap proses tersebut bisa selesai lebih awal sehingga dapat dilakukan evaluasi data secara maksimal.
"Harapannya kami tinggal merapikan data dan memperbaiki, mengoreksi kalau ada beberapa data yang kurang," kata dia.
BACA JUGA: Jelang HUT ke-193, Pemkab Bantul Gelar Prosesi Jamsan Pusaka di Rumah Dinas Bupati
Zuhad mengakui dalam proses coklit, beberapa petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) menghadapi sejumlah kendala antara lain warga yang tidak tinggal sesuai identitas kependudukan atau KTP yang dimiliki.
"Alamatnya di Kota Jogja, tapi yang bersangkutan tidak tinggal di Kota Jogja," ucap dia.
Untuk kasus semacam itu, pihaknya meminta Pantarlih segera berkoordinasi dengan pemangku wilayah RT/RW mengenai keberadaan warga terkait.
"Kalau memang tidak bisa menemukan nanti stiker coklit atau tanda bukti coklit akan kami berikan kepada ketua RT atau RW," kata dia.
Dalam melakukan coklit tersebut, KPU Kota Jogja menerjunkan 1.234 Pantarlih untuk melakukan coklit sejak 24 Juni terhadap 322.305 calon pemilih sesuai data dari Kemendagri yang disinkronisasi dengan DPT Pemilu 2024.
"Ada penambahan sekitar 660 pemilih dari data pemilih Pilpres atau Pileg 2024 lalu," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.