DPAD DIY Ajak Anak Muda Tetap Optimistis Hadapi Zaman
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Kegiatan kunjungan siswa baru SMA Pangudi Luhur Yogyakarta ke Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta dalam rangkaian masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Kamis (18/7/2024). - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
JOGJA—SMA Pangudi Luhur Yogyakarta menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Kamis (18/7/2027). Ratusan siswa baru diajak berkeliling ke sejumlah tempat. Kunjungan dimulai dari Benteng Vredeburg. Selanjutnya, sebanyak 179 siswa baru ini berpencar ke beberapa lokasi lainnya.
Sebagian ke Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta, Bank Indonesia, dan sebagian lainnya ke Kantor Pajak Pratama Yogyakarta.
Seksi Acara MPLS SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, C. Endang Arijati Wardani, menuturkan jajarannya mengajak siswa baru untuk mengunjungi berbagai lokasi di sekitar sekolah.
Tujuannya, agar siswa paham lingkungan SMA Pangudi Luhur. Pihaknya juga memilih Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta untuk dikunjungi.
Sebab, ini menjadi lokasi yang bersejarah dan tempat penting saat ada kunjungan presiden. "Diharapkan siswa mengerti dari mana sejarah istimewanya Yogyakarta," kata Endang saat ditemui di Gedung Agung, Kamis (18/7/2027).
Endang menyebut, MPLS SMA Pangudi Luhur 2024 mengusung tema Pamukaraya atau Pangudi Luhur Muda Berkarakter, Berprestasi, dan Berbudaya.
Hari ini merupakan hari keempat pelaksanaan MPLS. Selama tiga hari sebelumnya, pihak sekolah memberikan berbagai sosialisasi, termasuk aturan dan kurikulum sekolah.
Endang memastikan siswa tak diminta untuk membuat atribut yang rumit. Properti yang digunakan hanya name tag untuk memudahkan siswa mengenal siswa lainnya. Pihak sekolah juga memberikan ketentuan soal ukuran name tag.
"Kadang ukurannya sudah jelas, tapi masih ada yang bertanya. Literasi memang harus ditingkatkan untuk membaca petunjuk," katanya.
Kepala SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, Titus Totok, menjelaskan Pangudi Luhur yang berbudaya menjadi salah satu visi. Pada MPLS kali ini diwujudkan dengan mengenakan pakaian adat Jawa.
Ini untuk membiasakan siswa memakai pakaian adat gagrak Jawa, sekaligus menjadi cara untuk melestarikan budaya Jawa. Apalagi letak SMA Pangudi Luhur tak jauh dari Sumbu Filosofi, yaitu kawasan Malioboro. "Mudah-mudahan kami menjadi bagian dari pelajar Jogja yang bersahabat, ramah, dan tentu juga berprestasi," kata Titus. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
Studi terbaru ungkap larangan orang tua pada teman anak bisa merusak persahabatan dan berdampak pada emosi.
Bareskrim Polri menggerebek THM New Zone Medan, 34 orang diamankan, sebagian positif narkoba. Kasus masih didalami.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan baru ke Iran di tengah negosiasi diplomatik dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah.