Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Foto ilustrasi anak-anak - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Jogja kini tengah mengkaji pembentukan hotel ramah anak. Pembentukan hotel ramah anak bertujuan mewujudkan hotel yang aman dan nyaman bagi anak-anak serta mendukung Kota Jogja sebagai kota layak anak.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, Sarmin menjelaskan perhotelan adalah salah satu pilar penyangga ekonomi dan pariwisata Kota Jogja.
Sebab itu, pelaku usaha perhotelan juga berkewajiban memberikan keamanan dan kenyamanan bagi anak-anak. Mewujudkan hotel sebagai ramah anak adalah salah satu kontribusi hotel dalam mewujudkan kota layak anak.
“Tujuan mewujudkan hotel ramah anak adalah menciptakan suasana hotel yang aman dan nyaman untuk dikunjungi anak-anak. Apalagi ketika anak-anak berwisata ke Kota Jogja pasti membutuhkan tempat aman dan nyaman untuk transit dan menginap. Mewujudkan hotel ramah anak adalah solusinya,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (19/7/22024).
Hotel menurutnya sangat penting untuk dijadikan sebagai kawasan atau tempat yang ramah anak karena banyak kegiatan dilaksanakan di hotel, baik publik maupun privat. Ketika hotel sudah ramah anak, dipastikan anak dalam posisi aman nyaman untuk beraktivitas.
“Ketika hotel sudah masuk kategori ramah anak, misal ada TPPO [Tindak Pidana Perdagangan Orang] yang korbanya adalah anak-anak, harapannya hotel bisa membantu memantau dan memberikan sinyal. Terutama ketika ada hal-hal yang sifatnya mengancam hak-hak anak,” katanya.
BACA JUGA: Menjamin Keamanan dan Kenyamanan, Pemkot Jogja Bikin Konsep Hotel Ramah Anak
Ketua KPAID Kota Jogja, Sylvi Dewajani, menuturkan sudah memiliki draf indikator-indikator hotel ramah anak dari hasil workshop dengan para pihak terkait. Ia melihat, pintu masuk beberapa kasus kekerasan seksual adalah apartemen dan hotel. Kasus TPPO juga banyak diawali dari transaksi-transaksi di hotel.
Maka KPAID Kota Jogja yang fokus pada korban anak menganggap bahwa para pelaku hotel bisa menjadi bagian untuk mencegah hal itu dan memberikan perlindungan kepada anak. “Konsep hotel ramah anak belum pernah ada di tingkat nasional. Di internasional sudah ada. Ini adalah rintisan baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.