Bupati Gunungkidul Ajak ASN Nglarisi Pasar Tiap Jumat Awal Bulan
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Bawaslu Sleman berencana membentuk kelompok kerja (pokja) netralitas ASN, TNI-Polri didalam gelaran Pilkada 2024. Diharapkan dengan adanya pokja ini, maka dapat memastikan para abdi negara tidak terlibat dalam politik praktis.
Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, tahapan pilkada semakin krusial. Pasalnya, akan memasuki tahapan pencalonan mulai akhir Agustus mendatang.
BACA JUGA: Bawaslu Sleman Bekali Panwascam dengan Kemampuan Kehumasan dan Pemanfaatan Medsos
Upaya pengawasan terkait dengan pelaksanaan juga semakin ditingkatkan. Salah satunya akan dibentuk pokja netralitas ASN TNI dan Polri.
“Bulan Agustus akan kami bentuk pokja. Untuk yang anggotanya tidak hanya bawaslu, tapi ada dari unsur pemkab, anggota kepolisian dan TNI,” kata Arjuna, Sabtu (20/7/2024).
Dia menjelaskan, peran dari pojka untuk membahas segala dinamika dan mencari Solusi guna mengatasi persoalan yang berkaitan dengan netralitas. “Ini akan kami optimalkan dalam upaya pengawasan netralitas ASN dan lainnya,” ungkpanya.
Arjuna menambahkan, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi, Mendagri, Ketua Komisi Aparatus Sipil Negara, Ketua Bawaslu dan Ketua KPU sudah mengatur berkaitan dengan netralitas, khususnya bagi ASN. Keputusan ini menjadi salah satu pedoman didalam melakukan pengawasan dalam penyelenggaraan pilkada.
“Memang ASN punya hak pilih, tapi tidak boleh terlibat aktif. Jangankan hadir dalam kampanye, saat bermedsos tidak boleh komen atau like terhadap postingan berbagu pilkada,” katanya.
Untuk memastikan ASN di lingkup Pemkab Sleman tetap netral, Arjuna mengakui sudah membuat imbauan yang diberikan ke pemkab berkaitan dengan hal tersebut. “Imbauan sudah kami sampaikan dan harapannya para ASN bisa tetap netral di pilkada,” katanya.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan BKPP) Sleman, Budi Pramono. Menurut dia, netralitas ASN sudah diatur didalam Undang-Undang tentang ASN.
Selain itu, berdasarkan surat keputusan bersama lima Lembaga yang meliputi Kementerian dan Bawaslu serta KPU juga menekankan pentinya netralitas bagi setiap ASN dalam gelaran pemilu maupun pilkada. “Intinya tidak boleh mengikuti kegiatan sebelum selama dan sesuah kampanye oleh pasangan calon. Ini harus dipatuhi karena ada sanksi kalau melanggarnya,” kata Pramono.
Meski demikian, ia tidak memungkiri sebangai warga negara, ASN juga memiliki hak pilih. Hanya saja, ia mewanti-wanti agar hak tersebut dipergunakan dengan sebaik-baiknya, namun tidak boleh melanggar aturan yang ditentukan.
“Tidak boleh terlibat dalam kegiatan pasangan calon. Ini harus dihindari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
Gianni Infantino meninjau SUGBK bersama Erick Thohir menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia vs Thailand.
Max Verstappen meraih kemenangan perdana F1 2026 di GP Bahrain yang digelar di Sepang, mengungguli Kimi Antonelli dan Lewis Hamilton.
Jadwal SIM Sleman Oktober 2026 mencakup Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE. Senin 5 Oktober tersedia di MPP Sleman.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.