Honda Terseret Kerugian Rp45,9 Triliun Akibat EV
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Festival Upacara Adat 2024 bertajuk Kridha Manunggaling Rasa di Lapangan SD Negeri 2 Sentolo, Kabupaten Kulonprogo./ Instagram @dinaskebudayaandiy
Harianjogja.com, KULONPROGO— Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar Festival Upacara Adat 2024 bertajuk Kridha Manunggaling Rasa di Lapangan SD Negeri 2 Sentolo, Kabupaten Kulonprogo. Acara tersebut dalam rangka melestarikan tradisi masyarakat di wilayah itu.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi di Kulonprogo, Sabtu, mengatakan festival adat tradisi merupakan kegiatan rutin tahunan yang melibatkan masyarakat di lima kabupaten dan kota di DIY.
Peserta telah melalui tahapan seleksi berjenjang di Dinas Kebudayaan DIY, kemudian ditampilkan melalui festival dari setiap perwakilan kabupaten dan kota.
"Mengkreasi supaya penampilan pelaku memaknakan kembali upacara adat menggerakkan apresiasi ekonomi masyarakat. Kami berharap festival ini mampu memberikan tontonan dan tuntutan. Karena mengedepankan kekeluargaan, kegotongroyongan, kebudayaan, perlindungan alam, penghormatan terhadap leluhur, dan rasa syukur terhadap Tuhan," kata Dian.
Ia berharap festival ini mampu melestarikan tradisi masyarakat di era seperti saat ini.
"Festival ini jangan hanya dimaknai sebagai kompetisi semata, tapi ini sebagai upaya pelestarian tradisi masyarakat di DIY," katanya.
BACA JUGA: Diusulkan Jadi Geopark Nasional, Kawasan Geologi Kulonprogo Dikembangkan ke Eduwisata
Kegiatan ini melestarikan berbagai adat tradisi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.
Menampilkan lima kontingen perwakilan kabupaten/kota se DIY yaitu Laku Jalma dari Kota Jogja, Tingkep Kitri dari Kulonprogo, Upacara Adat Baritan Praon Cawan dari Bantul, Upacara Adat Mundhut Tirto Wening Sumurtiban Dusun Kentingan dari Sleman, dan Upacara Adat Nyadran Sendang Logantung dari Gunungkidul.
Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo Eko Pranyoto mengatakan selain dapat melestarikan budaya festival upacara adat sekaligus membangun DIY, agar lebih sejahtera serta merajut kebersamaan karena banyak warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Festival upacara adat juga mendorong seni tradisi berkembang pesat di wilayah DIY.
"Sehingga sangat tepat Dinas Kebudayaan DIY menggelar festival upacara adat menampilkan potensi empat kabupaten," kata Eko Pranyoto.
Ia menilai potensi ini harus ditangkap demi melestarikan adat budaya. Selain itu melalui event juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Kami mendukung karena memiliki makna mendalam bagi kelestarian budaya khususnya di DIY," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.