Lagi, Sabar-Reza Terkunci Lawan Langganan di China Open
Ganda putra Sabar/Reza kembali tumbang dari Lane/Vendy di China Open 2026. Kegagalan ini menambah rekor buruk, simak pernyataan lengkap mereka di sini.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
rianjogja.com, BANTUL—Kabupaten Bantul kini bisa membuang sampah lagi ke TPA Piyungan. Kuota yang diberikan Pemda DIY kepada Pemkab Bantul sebanyak 1.000 ton, berlaku mulai Selasa (23/7/2024) sampai akhir Juli 2024.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, pihaknya telah mendapatkan surat dari Pemda DIY terkait dengan diberikannya lampu hijau untuk membuang sampah di TPA Piyungan. Dalam surat tersebut, Pemda DIY telah menyetujui dan memberikan kuota sebanyak 1.000 ton sampah kepada Pemkab Bantul yang dibuang di TPA Piyungan.
"Itu sudah sesuai dengan surat dari pak Bupati yang meminta diberikan kuota sebanyak 1.000 ton sampai bulan Juli. Jumlah 1.000 ton itu sudah disetujui oleh Pemda DIY," ungkap Bambang, Senin (22/7/2024).
Sebagai tahap awal, Bambang mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan DLHK DIY terkait dengan jadwal pembuangan sampah di TPA Piyungan.
Dari hasil koordinasi, Pemkab Bantul mendapatkan jatah membuang sampah ke TPA Piyungan pada Selasa (23/7/2024) pagi dan Kamis (25/7/2024) dengan kapasitas 300 ton sehari.
"Sementara baru untuk Selasa (23/7/2024) pagi dan Kamis (25/7/2024) izinnya. Karena memang kapasitas dari TPA Piyungan ini kan terbatas. Jadi kami terus berkoordinasi dengan DLHK DIY, terkait manajemen, jam dan hari pembuangan. Termasuk, nomor kendaraan yang diatur. Tujuannya agar tidak susah saat membuang sampah di sana," kata Bambang.
Meski telah mendapatkan kuota sebanyak 1.000 ton, Bambang menyatakan saat ini pihaknya juga harus menyiapkan TPS sementara sebagai lokasi pembuangan sampah.
Sebab, kuota 1.000 ton tersebut hanya berlaku sampai akhir Juli 2024. Sementara sampah untuk bulan Agustus membutuhkan lokasi untuk pembuangan sementara.
"Karena kan alat baru siap September. Untuk TPST Dingkikan di Argodadi yang modul pertama mampu mengolah 20 ton itu baru bisa dioperasionalkan Agustus. Kemarin awalnya kami menargetkan Juli untuk TPST Dingkikan, tapi ternyata mundur sedikit waktunya," ucapnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan keberadan kuota pembuangan sampah di TPA Piyungan, menyusul telah diberikannya lampu hijau oleh Pemda DIY untuk membuang sampah di tempat tersebut.
"Dengan dibukannya TPA Piyungan berarti semua [sampah] bisa diarahkan semua kesana. InsyaAllah, ribut-ribut [penolakan pembangunan TPS sementara seperti yang terjadi di Srimulyo, Piyungan] itu selesai," kata Bupati Halim.
Menurut Halim, Gubernur DIY Sri Sultan HB X juga akan memberikan ruang khusus untuk pengolahan sampah.
Sebab, persoalan sampah saat ini sudah tidak lagi mencakup lokalitas Kabupaten Bantul, akan tetapi, sudah tingkat regional DIY.
"Dan, TPA Piyungan ini dibuka sementara saja, sambil menunggu pembangunan dan beroperasinya TPST yang kita bangun. Saat ini kita terus mengebut pembangunannya. Karena ini kan situasi darurat, dan untuk selesaikan masalah sampah," terang Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ganda putra Sabar/Reza kembali tumbang dari Lane/Vendy di China Open 2026. Kegagalan ini menambah rekor buruk, simak pernyataan lengkap mereka di sini.
Fajar Alfian/Fikri lolos ke perempat final China Open 2026 usai kalahkan wakil Jepang. Sementara Rehan/Gloria tersingkir. Simak hasil lengkapnya.
MANTRA EXPO 2 by Qhomemart resmi dibuka hari ini di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Formula 1 memasuki seri Hungaria 2026. Andrea Kimi Antonelli masih memimpin klasemen, sementara Hamilton dan Russell terus memburu poin.
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Jadwal bola malam ini menghadirkan Benfica, Ajax, Anderlecht, Besiktas hingga Boca Juniors di kompetisi Eropa dan Copa Sudamericana.