391 Jemaah Gunungkidul Wajib Lunasi Biaya Haji 2027, Ini Rinciannya
Sebanyak 391 calon jemaah haji Gunungkidul masuk daftar pelunasan 2027. Biaya per orang Rp23,24 juta, masih menunggu aturan pusat.
Kepala Kejari Sleman Bambang Yunianto saat memberikan sambutan dalam peluncuran program Jaksa Sahabat Kampus (Jabat Kampus) di Aula Kejari Sleman. Senin (22/7/2024). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Yunianto berharap penyuluhan umum bisa masuk mata kuliah di perguruan tinggi. Hal ini disampaikan saat meluncurkan program Jaksa Sahabat Kampus di Aula Kejaksaan Negeri Sleman, Senin (22/7/2024).
“Kalau bisa satu atau dua SKS untuk mata kuliah penyuluhan hukum bagi mahasiswa. Siapa tahu ini bisa diwujudkan sehingga pengetahuan mengenai kesadaran hukum di Masyarakat bisa semakin luas,” katanya.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Sediakan Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga Miskin
Menurut dia, penyuluhan hukum tidak hanya untuk yang berkuliah di jurusan hukum. Pasalnya, mahasiswa lain juga membutuhkan agar menambah wawasan berkaitan dengan hukum dikarenakan sebagai generasi muda harus memiliki pengetahuan yang luas.
Oleh karena itu, pihaknya menginisiasi program Jaksa Sahabat Kampus atau yang diistilahkan dengan Jabat Kampus. Melalui program ini, jaksa di lingkup jajaran Kejari Sleman akan mendatangi kampus-kampus untuk memberikan penyuluhan hukum.
“Temanya bisa edukasi terkait dengan seputaran hukum, tindak pidana korupsi judi online dan sebagainya,” ungkapnya.
Diharapkan dengan terciptanya sinergitas yang baik bisa semakin memperluas jangakuan dalam program Pendidikan hukum di tengah-tengah Masyarakat. Ia tidak menampik bahwa program ini juga merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sudah berjalan bertajuk Jaksa Masuk Sekolah.
“Sosialisasi dan edukasi tentang hukum akan semakin diperluas agar Masyarakat semakin paham dan mengerti. Nanti saat program sudah berjalan di masing-masing kampus ada nomor pengampu sehingga bisa dimanfaatkan konsultasi hukum secara online,” katanya.
Mahasiswa dari Jurusan Hukum UGM, Ida Ayu Kadek Prabayanti langsung hadir dalam launching Jabat Kampus milik Kejari Sleman. Ia berharap program ini benar-benar bisa dijalankan sehingga Pendidikan maupun pengetahuan hukum di lingkungan kampus bisa terus ditingkatkan.
“Programnya bagus dan mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,” kata Dayu, sapaan akrabnya.
BACA JUGA : Sandiaga Uno Dukung Imigrasi Menindak Tegas Wisatawan Pelanggar Hukum
Selain itu, ia juga meminta dengan program ini, maka kemudahan akses di kejari bisa diwujudkan. Pasalnya, mahasiswa yang berkuliah di hukum banyak yang mengikuti kompetisi seperti penulisan ilmiah tentang hukum, penyusunan hukum atau peradilan semu tentang simulasi persidangan butuh dukungan data pelengkap yang ada di kejari.
“Intinya dengan program Jabat Kampus maka akses untuk penelitian di kejari bisa lebih dipermudah lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 391 calon jemaah haji Gunungkidul masuk daftar pelunasan 2027. Biaya per orang Rp23,24 juta, masih menunggu aturan pusat.
BPPTKG menguji sirine EWS Kali Talang dan aplikasi Smart di Balerante, Klaten, untuk mendukung peringatan dini dan simulasi evakuasi Merapi.
Persib dan Persija mengecam penyerangan rombongan Persib EPA U-18 di Rest Area KM 360 Batang. Kedua klub meminta kasus diusut tuntas.
Davide Tardozzi mengakui keunggulan Aprilia usai MotoGP Mandalika. Ducati menatap Phillip Island di tengah persaingan gelar yang ketat.
Komisi IV DPRD Kulonprogo memantau pelaksanaan kebijakan disabilitas, ketenagakerjaan, dan pariwisata. Sebanyak 90% karyawan PT Indonesia Plafon Semesta berasal
Apple mengonfirmasi acara rumah pintar 13 Oktober. MacBook Pro OLED, iMac M6, dan iPad Mini baru dirumorkan hadir pada akhir bulan.