Pilur Gunungkidul 2026, 31 Kalurahan Segera Bentuk Panitia Pemilihan
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Kepala Kejari Sleman Bambang Yunianto saat memberikan sambutan dalam peluncuran program Jaksa Sahabat Kampus (Jabat Kampus) di Aula Kejari Sleman. Senin (22/7/2024). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Yunianto berharap penyuluhan umum bisa masuk mata kuliah di perguruan tinggi. Hal ini disampaikan saat meluncurkan program Jaksa Sahabat Kampus di Aula Kejaksaan Negeri Sleman, Senin (22/7/2024).
“Kalau bisa satu atau dua SKS untuk mata kuliah penyuluhan hukum bagi mahasiswa. Siapa tahu ini bisa diwujudkan sehingga pengetahuan mengenai kesadaran hukum di Masyarakat bisa semakin luas,” katanya.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Sediakan Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga Miskin
Menurut dia, penyuluhan hukum tidak hanya untuk yang berkuliah di jurusan hukum. Pasalnya, mahasiswa lain juga membutuhkan agar menambah wawasan berkaitan dengan hukum dikarenakan sebagai generasi muda harus memiliki pengetahuan yang luas.
Oleh karena itu, pihaknya menginisiasi program Jaksa Sahabat Kampus atau yang diistilahkan dengan Jabat Kampus. Melalui program ini, jaksa di lingkup jajaran Kejari Sleman akan mendatangi kampus-kampus untuk memberikan penyuluhan hukum.
“Temanya bisa edukasi terkait dengan seputaran hukum, tindak pidana korupsi judi online dan sebagainya,” ungkapnya.
Diharapkan dengan terciptanya sinergitas yang baik bisa semakin memperluas jangakuan dalam program Pendidikan hukum di tengah-tengah Masyarakat. Ia tidak menampik bahwa program ini juga merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sudah berjalan bertajuk Jaksa Masuk Sekolah.
“Sosialisasi dan edukasi tentang hukum akan semakin diperluas agar Masyarakat semakin paham dan mengerti. Nanti saat program sudah berjalan di masing-masing kampus ada nomor pengampu sehingga bisa dimanfaatkan konsultasi hukum secara online,” katanya.
Mahasiswa dari Jurusan Hukum UGM, Ida Ayu Kadek Prabayanti langsung hadir dalam launching Jabat Kampus milik Kejari Sleman. Ia berharap program ini benar-benar bisa dijalankan sehingga Pendidikan maupun pengetahuan hukum di lingkungan kampus bisa terus ditingkatkan.
“Programnya bagus dan mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,” kata Dayu, sapaan akrabnya.
BACA JUGA : Sandiaga Uno Dukung Imigrasi Menindak Tegas Wisatawan Pelanggar Hukum
Selain itu, ia juga meminta dengan program ini, maka kemudahan akses di kejari bisa diwujudkan. Pasalnya, mahasiswa yang berkuliah di hukum banyak yang mengikuti kompetisi seperti penulisan ilmiah tentang hukum, penyusunan hukum atau peradilan semu tentang simulasi persidangan butuh dukungan data pelengkap yang ada di kejari.
“Intinya dengan program Jabat Kampus maka akses untuk penelitian di kejari bisa lebih dipermudah lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.