Hati-hati! Ini Lokasi Jalur Tengkorak yang Sering Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas di Sleman

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 24 Juli 2024 11:57 WIB
Hati-hati! Ini Lokasi Jalur Tengkorak yang Sering Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas di Sleman

Kecelakaan lalu lintas - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Jajaran Satlantas Polresta Sleman mencatat ada 1.100 kecelakaan lalu lintas hingga akhir Juni 2024. Hasil analisas dan monitoring yang dilakukan, jalan nasional di ruas Jalan Magelang menjadi lokasi yang sering terjadi kecelakaan.

Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum), Satlantas Polresta Sleman, Iptu Catur Bowo Laksono mengatakan, terus melakukan sosialisasi keselamatan berlalulintas. Langkah ini ditempuh untuk menenkan angka kecelakaan di Bumi Sembada.

Hingga akhir Juni 2024, tercatat ada 1.100 kasus laka lantas. Menurut dia, lokasi kecelakaan paling banyak terjadi di Jalan Magelang di ruas Jombor hingga Tempel. Di lokasi ini sudah ada 70 kasus kecelakaan lalu lintas.

Untuk jalan nasional lain yang terjadi kecelakaan di antaranya Jalan Jogja-Solo di Kalasan terdapat 63 kejadian; Jalan Siliwangi mulai dari Pelemgurih-Jombor ada 50 kejadian.

Kemudian, Jalan Padjajaran (Monjali-Maguwo) ada 49 kejadian; Jalan Wates (Pasar Gamping-Balecatur) terdapat 43 kejadian dan Jalan Laksda Adisucipto mulai dari Maguwo hingga UIN Sunan Kalijaga ada 35 kejadian.

BACA JUGA: Nenek 70 Tahun Meninggal Dunia Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Kaliurang

“Laka lantas tidak hanya terjadi di ruas jalan nasional, tapi juga ada di jalan provinsi maupun kabupaten,” katanya, Rabu (24/7/2024).

Dia menjelaskan, untuk ruas jalan provinsi yang terjadi kecelakaan di antaranya Jalan Kaliurang mulai dari Kentungan sampai Kaliurang sebanyak 22 kejadian, Jalan Affandi delapan kejadian dan Jalan Kolombo terdapat tujuh kejadian.

Adapun untuk jalan kabupaten, kecelakaan tercatat terjadi di Jalan Godean (Munggur-Gedongan) sebanyak 45 kejadian, Jalan Kebon Agung 19 kejadian, Prambanan-Piyungan sebanyak 19 kejadian, Jalan Cangkringan 12 kejadian.

Selain itu, laka lantas juga tercatat di Jalan Tajem-Maguwo 14 kejadian, Jalan Palagan 14 kejadian, Jalan KRT Pringgodiningrat dan Jalan Sambisari masing-masing sepuluh kejadian. “Akibat kecelakaan ini ada korban luka ringan 1.539 orang dan meningga dunia sebanyak 85 orang,” katanya.

Kapolresta Sleman, Kombes Yuswanto Ardi saaat melakukan Analisa dan evaluasi di awal tahun mengatakan, ada tren penurunan angka kecelakaan. Di 2022 tercatat ada 2.568 kasus kecelakaan. Rinciannya, korban meninggal dunia sebanyak 197 orang dan luka ringan ada 3.188 orang.

Total akibat kecelakaan ini diperkirakan kerugian material sebesar Rp1,28 miliar. Adapun peristiwa di 2023 ada sebanyak 1.935 kasus kecelakaan.

Jumlah korban jiwa mencapai 186 orang dan luka ringan sebanyak 2.532 jiwa. Sedangkan untuk kerugian material mencapai Rp1,29 miliar.

“Untuk jumlah lakannya menurun, termasuk jumlah korban jiwa akibat kecelakaan juga turun,” katanya.

Ia berharap tren kecelakaan maupun dampak dari korban yang ditimbulkan bisa terus ditekan. Oleh karenanya, upaya sosialisasi keselamatan berlalu lintas akan terus digalakkan di Masyarakat.

“Imbauan pasti untuk terus mematuhi segala peraturan dalam berlalu lintas, tidak kebut-kebutan di jalanan serta memakai alat pelindung saat berkendara di jalanan,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online