Job Fair Gunungkidul Buka 5.000 Lowongan 32 Perusahaan, Cek di Sini
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Bacabup Koalisi Sleman Bersatu, Harda Kisyawa (kiri) bersalaman dengan anggota difabel Sleman dalam deklarasi dukungan yang digelar di Warung Tresno Kopi di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Minggu (28/7/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya tidak hanya didukung oleh banyak partai politik untuk maju sebagai calon bupati. Pasalnya, dia mengklaim hingga saat ini sudah ada lebih 30 komunitas yang mendukungnya menjadi orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Sleman.
Terbaru, Harda mengaku mendapatkan dukungan dari Relawan Difabel Sleman yang deklarasinya berlangsung di Warung Tresno Kopi di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Minggu (28/7/2024) siang.
Ketua Komunitas Motor Difabel Sleman, Waluyo mengatakan ada sekitar 200 anggota difabel yang hadir dalam deklarasi dan pembentukan relawan untuk Harda Kisyawa maju sebagai bupati. “Memang yang hadir baru 200 orang, tetapi saya yakin bisa bertambah karena jumlah difabel di Sleman lebih dari 6.000 orang,” kata Waluyo, Minggu siang.
Menurut dia, alasan komunitas memberikan dukungan dikarenakan Harda dinilai mudah bergaul, bersahabat dan tidak terlalu protokoler, meski menjadi seorang pejabat. Di sisi lain, anggota komunitas, khususnya yang tergabung dalam motor difabel sering diajak kegiatan touring. “Harapannya kelompok difabel lebih sejahtera, ada bantuan di setiap kapanewon hingga penyediaan sarana prasarana bagi atlet paralimpik,” katanya.
BACA JUGA: Pilkada Sleman, 2 Parpol Besar Ini Belum Juga Tentukan Sikap
Tak hanya itu, juga ada harapan diberikan layanan homecare serta difasilitasi bengkel motor difabel. “Yang tak kalah penting didampingi dalam KPR untuk anggota difabel karena selama ini sulit sehingga akses mendapatkan perumahan masih susah,” katanya.
Bakal Calon Bupati dari Koalisi Sleman Bersatu, Harda Kisyawa menyambut baik adanya dukungan dari Komunitas Difabel Sleman. Menurut dia, dukungan ini menjadi amanah yang harus dijalankan dan memudahkan untuk meraih kursi Bupati Sleman periode 2024-2029.
Harda juga berjanji pada saat terpilih akan berusaha mewujudkan mimpi dari kelompok difabel untuk lebih baik lagi. “Kebijakannya sudah ada dan termuat dalam peraturan. Yang diperlukan adalah penegakan sehingga anggota kelompok bisa benar-benar merasakannya karena itu pemerintah harus hadir,” katanya.
Menurut dia, dukungan yang diberikan ini bukan yang pertama karena sudah ada lebih 30 komunitas menyatakan mendukung didalam upaya pemenangan. “Harus disyukuri karena ini menjadi tanggung jawab ke depan, saya harus baik pada siapa pun. Untuk datanya ada di teman-teman sukarelawan. Yang jelas, banyak karena berasal dari berbagai elemen masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti menilai terdapat dugaan penggunaan skema safe house dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah.
Merawat rekam jejak perjalanan sejarah dari masa kolonial hingga era modern, Ambarrukmo Group resmi meluncurkan buku edisi kedua
Pemkot Jogja membentuk patroli sungai, memasang CCTV dan lampu untuk menindak pembuangan sampah liar di Sungai Code dan Gajah Wong.
Pembahasan mengenai pola asuh merupakan kelanjutan dari isu stunting yang selama ini banyak mendapat perhatian.
UNU Jogja membuka Beasiswa Talenta Lestari 2026 bagi 100 mahasiswa dengan kuliah penuh empat tahun. Simak syarat, jalur, dan jadwal pendaftarannya.