Polresta Sleman Tangkap Pelaku Begal Sadis di Pakem
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI ke Polda DIY pada Senin (29/7/2024) di Marriott Hotel Yogyakarta./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Isu mafia tanah menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan antara Komisi III DPR dengan Polda DIY.
Wilayah DIY yang terus berkembang diduga disalahgunakan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan di sektor pertanahan.
Selain masalah keamanan dan ketertiban, Anggota Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto menjelaskan reses kali ini turut membahas praktik-praktik mafia tanah yang ada di DIY. Permasalahan mafia tanah menjadi perhatian khususnya bagi para pemangku kepentingan.
BACA JUGA: Terlibat Mafia Tanah Kas Desa, Lurah Caturtunggal Agus Santoso Segera Dipecat
Mengenai masalah mafia tanah, Polisi disebut Wihadi akan melakukan penyelidikan secara profesional. Dari pandangan Wihadi DIY menjadi wilayah yang rawan akan praktik mafia tanah. "Kita melihat DIY ini sangat rawan terhadap mafia tanah," tegas Wihadi dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI dengan Polda DIY, Senin (29/7/2024) di Marriott Hotel Yogyakarta.
Meski memiliki wilayah yang tidak terlalu besar, permasalahan mafia tanah justru muncul di DIY. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan perekonomian DIY yang membutuhkan lahan, di mana celah itu lalu diambil oleh mafia tanah.
"Daerah yang tidak terlalu besar, tapi melihat dari pertumbuhan perkonomian DIY yang mungkin akan terus berkembang sehingga dibutuhkan tanah-tanah, di situlah permainan mafia tanah itu," tegasnya.
Bagi Wihadi, penanganan mafia tanah menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi semua pihak. Pemberantasan mafia tanah lanjut Wihadi membutuhkan penanganan secara profesional.
"Saya kira ini merupakan PR kita bersama dan dari Polda, pak Kapolda juga siap untuk melaksanakan secara profesional pemberantasan mafia tanah," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.