Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Hampir 90%, Pengaspalan Segera Dimulai
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI ke Polda DIY pada Senin (29/7/2024) di Marriott Hotel Yogyakarta./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Isu mafia tanah menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan antara Komisi III DPR dengan Polda DIY.
Wilayah DIY yang terus berkembang diduga disalahgunakan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan di sektor pertanahan.
Selain masalah keamanan dan ketertiban, Anggota Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto menjelaskan reses kali ini turut membahas praktik-praktik mafia tanah yang ada di DIY. Permasalahan mafia tanah menjadi perhatian khususnya bagi para pemangku kepentingan.
BACA JUGA: Terlibat Mafia Tanah Kas Desa, Lurah Caturtunggal Agus Santoso Segera Dipecat
Mengenai masalah mafia tanah, Polisi disebut Wihadi akan melakukan penyelidikan secara profesional. Dari pandangan Wihadi DIY menjadi wilayah yang rawan akan praktik mafia tanah. "Kita melihat DIY ini sangat rawan terhadap mafia tanah," tegas Wihadi dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI dengan Polda DIY, Senin (29/7/2024) di Marriott Hotel Yogyakarta.
Meski memiliki wilayah yang tidak terlalu besar, permasalahan mafia tanah justru muncul di DIY. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan perekonomian DIY yang membutuhkan lahan, di mana celah itu lalu diambil oleh mafia tanah.
"Daerah yang tidak terlalu besar, tapi melihat dari pertumbuhan perkonomian DIY yang mungkin akan terus berkembang sehingga dibutuhkan tanah-tanah, di situlah permainan mafia tanah itu," tegasnya.
Bagi Wihadi, penanganan mafia tanah menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi semua pihak. Pemberantasan mafia tanah lanjut Wihadi membutuhkan penanganan secara profesional.
"Saya kira ini merupakan PR kita bersama dan dari Polda, pak Kapolda juga siap untuk melaksanakan secara profesional pemberantasan mafia tanah," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.