PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Sampah terlihat menumpuk di Jalan Kusbini, Demangan, Gondokusuman, Rabu (24/7/2024). Di lokasi ini Satpol PP Kota Jogja kerap menangkap pembuang sampah liar. – Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman belum sepenuhnya mengatasi persoalan sampah yang dihadapi selama ini. Bahkan untuk pengolahan meminta keringanan agar bisa membuang ke TPA Piyungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyanti mengatakan, masih kewalahan untuk menangani persoalan sampah di Bumi Sembada. Upaya pendirian TPST Sendangsari di Kapanewon Minggir dan Tamanmartani di Kapanewon Kalasan, serta puluhan titik TPS 3R ternyata belum mampu mengatasi semuanya.
BACA JUGA: Pembangunan TPST Donokerto Sleman: Dianggarkan Rp11,5 Miliar Masuk di Tahap Lelang
“Masih belum optimal, bahkan kami sampai kewalahan karena saking banyaknya sampah yang menumpuk di lokasi-lokasi yang telah disediakan,” kata Epi, Sabtu (3/8/2024).
Untuk mengatasi masalah ini, ia mengaku sudah meminta keringanan ke Pemerintah DIY agar bisa membuang sampah ke TPA Piyungan. Adapun hasilnya sudah diizinkan membuang sebanyak 1.000 ton sampah.
Hanya saja, Epi mengungkapkan, kuota tersebut dirasa masih kurang. Pasalnya, di Sleman masih ada 980 ton yang belum terkelola sehingga menumpuk di beberapa titik seperti TPST Minggir dan Tamanmartani, TPS 3R hingga ada di lokasi pembuangan liar.
Di sisi lain, sambung dia, sampah yang terlalu lama ditumpuk tidak bisa diolah di TPST. Hal ini dikarenakan gumpalannya terlalu mengempal sehingga dapat merusakkan mata pisau pengolahan di TPST.
“Sudah pernah dicoba karena terlalu mengempal jadi mata pisaunya patah. Otomatis harus libur tiga hari untuk perbaikan sehingga menggangu operasional di TPST,” katanya.
Menurut dia, dengan adanya permintaan penambahan kuota bisa menjadi Solusi jangka pendek agar sampah dapat terkelola dengan baik. Di sisi lain, dengan fasilitas yang ada bisa fokus mengelola sampah yang baru.
“Intinya hanya untuk menghabiskan sampah-sampah lama yang telah menumpuk dan sulit diolah di TPST. Mudah-mudahan tambahan kuota yang kami ajukan bisa dikabulkan,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, terus berupaya untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di Bumi Sembada. Hingga sekarang, ia mengklaim sudah bisa menangani sampah sebanyak 104,4 ton per harinya.
“Kami sudah rencanakan pembangunan TPST Donokerto dan gerakan pengurangan sampah organic. Diharapkan ini bisa menambah pengelolaan sebanyak 84 ton per harinya,” kata Kustini.
Selain itu, di 2025 juga ada rencana pembangunan TPST Gamping serta optimalisasi TPS 3R dan transfer depo. “Kami juga mendorong setiap kalurahan memiliki satu TPST 3R di masing-masing wilayahnya. Tentunya, kami juga akan terus mengedukasi Masyarakat untuk ikut berperan dalam pengolahan sampah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Cara cek SLIK OJK lewat iDebku online untuk melihat riwayat kredit dan status pinjaman secara gratis dan resmi.
Veda Ega Pratama memimpin klasemen rookie Moto3 2026 dengan 58 poin, tapi Brian Uriarte mulai mengintai. Saksikan duel sengit di Mugello akhir pekan ini
Libur Iduladha tingkatkan kunjungan wisata di Bantul, Pantai Parangtritis jadi destinasi paling ramai wisatawan.
Piala Dunia 2026 jadi turnamen termahal sepanjang sejarah. AS gelontorkan Rp196,5 triliun, target PDB naik US$17,2 miliar. Simak analisis untung-rugi ekonomi
Konser BTS di Busan picu lonjakan harga hotel hingga 7 kali lipat dan keluhan ARMY soal getok harga penginapan.