Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja terus berupaya dalam percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kota Jogja. Salah satunya melalui program Pemantauan Terpadu Permasalahan Gizi Balita (Pandu Sagita) oleh Dinas Kesehatan Kota Jogja lewat posyandu
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, menjelaskan Pandu Sagita menjadi gerakan penyuluhan kesehatan yang dapat memonitoring posyandu terhadap verifikasi dan validasi data penapisan balita stunting yang ada di masing-masing wilayah.
Peran kader posyandu di masing-masing wilayah sangatlah penting dalam mensukseskan program Pandu Sagita tersebut. “Tentu peran kader kesehatan sangatlah penting. Dimana kader posyandu ini merupakan motor penggerak utama dalam pemantauan balita stunting yang ada di setiap wilayah,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Berdasarkan Data Pemantauan Status Gizi melalui Capaian Intervensi Serentak, Kota Jogja per tanggal 30 Juni 2024, nilai prevalensi stunting di angka 10,6%. Ia mengapresiasi para kader posyandu yang hingga saat ini terus bersemangat untuk ikut menyelesaikan permasalahan stunting di Kota Jogja.
“Terima kasih untuk para kader yang ikut berperan di dalam menjaga balita agar terhindar dari stunting. Semoga, program Pandu Sagita berjalan dengan lancar dan dapat menyelesaikan permasalahan stunting di Kota Jogja,” katanya.
Ketua TP PKK Kota Jogja, Sugiharti Mulya Handayani, mendukung penuh program Pandu Sagita sebagai upaya penurunan stunting di Kota Jogja. Ia berharap melalui progtam ini dapat memaksimalkan kegiatan pemantauan rutin status gizi dan edukasi kader kesehatan melalui aplikasi Pemantauan Permasalahan Gizi Balita (PPGB) yang ada di Jogja Smart Service (JSS).
“Saya berharap, dengan adanya Pandu Sagita ini dapat menambah semangat para kader posyandu. Selain itu, para kader semakin kompak dan dapat memberikan manfaat untuk pengembangan posyandu di wilayah,” ungkapnya.
Ketua Kader Posyandu Lada 3, Indriana, berharap akan banyak posyandu lainnya yang bisa membuat inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Semoga dengan program Pandu Sagita ini balita stunting dapat tertangani dengan cepat. Sehingga adanya stunting di wilayah dapat dicegah lebih dini,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.