Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Ernawati Purwaningsih menyampaikan sambutan dalam pembukaan Lomba Pidato Bahasa Jawa tingkat SMA/SMK sederajat, di Dalem Jayadipuran jalan Brigjend Katamso, Selasa (6/8/2024)./ist
Harianjogja.com, JOGJA—Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X menggelar lomba Bahasa Jawa tingkat SMA/SMK sederajat, di Dalem Jayadipuran jalan Brigjend Katamso, Selasa-Kamis (6-8/8/2024). Melalui lomba ini diharapkan generasi muda dapat turut melestarikan budaya Jawa.
Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Ernawati Purwaningsih, menjelaskan berdasarkan UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, salah satu objek pemajuan kebudayaan adalah bahasa. “Bahasa menjadi penting untuk kita lestarikan,” ujarnya dalam pembukaan Lomba Pidato Bahasa Jawa, Selasa (9/8/2024).
Di dalam bahasa, termasuk Bahasa Jawa, terkandung nilai luhur dan budi pekerti. "Dengan bahasa kita komunikasi dengan sesama. Di dalam bahasa Jawa ada tingkatanya. Kromo inggil, madya dan ngoko. Di situ ada etika bagaimana kita berbahasa dengan orang yang lebih tua, lebih muda atau sebaya,” katanya.
BACA JUGA: Momen Pembersihan Lahir Batin, Disbud Kulonprogo Gelar Jamasan 14 Pusaka
Ketika bisa menerapkan bahasa sesuai tingkatan, seseorang bisa membentuk etika kesantunan dalam budaya Jawa. “Itu yang sudah diwariskan pendahulu kita. Apalagi kita di Jogja sebagai kota budaya, kota pendidikan. Penting sekali untuk melestarikan budaya Jawa. Salah satunya melalui lomba Pidato Bahasa Jawa ini,” ungkapnya.
Untuk lomba Pidato Bahasa Jawa ini baru digelar tahun ini. Adapun sebelumnya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X sudah pernah menggelar Festival Pidato Bahasa Jawa, Cerita Jawa, Macapat, dan Karawitan. “Pesertanya kami beri kuota 100 orang, tapi dibagi jadi tiga hari,” paparnya.
Dalam lomba ini, pihaknya menunjuk tiga dewan juri dari kalangan praktisi dan budayawan untuk menilai setiap peserta. Beberapa aspek penilaian lomba ini diantaranya bagaimana peserta berintonasi, gestur tubuh, materi yang disampaikan dan lainnya.
BACA JUGA: Pemda DIY Beri Penghargaan 10 Anak dan 3 Kelompok Budaya
Dari 100 peserta, dewan juri akan menetapkan 10 peserta terbaik, dengan juara 1 sampai 5 serta lima orang nominator. Hadiah Lomba Pidato Bahasa Jawa bagi 10 peserta terbaik mulai dari Rp500.000 untuk lima nominator hingga Rp3 juta untuk juara 1.
Melalui lomba Pidato Bahasa Jawa ini Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X ingin memberi ruang dan apresiasi kepada generasi muda yang mau melestarikan budaya Jawa. “Paling tidak mereka menuliskan naskahnya dalam bahasa Jawa, kemudian disampaikan,” katanya.
Ia juga berharap melalui kegiatan ini generasi muda juga bisa mengetahui kekayaan bahasa dan budaya yang kita miliki. “Banyak nilai sebagai pendidikan karakter. Bertutur dengan orang tua, sesama, beda-beda,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Prabowo menyebut porsi hasil pengemudi ojol naik dari 80% menjadi 92%. Sejumlah pengemudi dilaporkan penghasilannya naik hingga 3 kali lipat.
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
RPPLH DIY 2026-2056 disiapkan sebagai pedoman lingkungan 30 tahun. DPRD DIY meminta pembangunan ekonomi tak mengorbankan lingkungan.
Prabowo menargetkan swasembada daging sapi dan kerbau dalam 5 tahun. Danantara menggandeng JBS dengan investasi awal US$2,5 miliar.
Kekeringan Gunungkidul meluas. Sebanyak 83.757 jiwa di 71 kalurahan terdampak krisis air bersih dan bantuan mencapai 1.087 tangki.